Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Tosari Hendi Candra Wijaya mengatakan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (PUPR) telah menyusun detail engineering design (DED) proyek pusat tersebut.
”Sudah disurvei lokasinya. Kelanjutannya seperti apa, itu kita tunggu dari pusat,” ujarnya.
Hendi menyebutkan, lokasi pembangunan bakal menempati aset Desa Ngadiwono. Tepatnya, Dusun Wonojati. Pemerintah desa setempat telah menyiapkan lahan sekitar 1,2 hektare.
”Sudah disiapkan aset desa. Karena itu, pembangunan ini memang sangat diapresiasi oleh masyarakat,” jelasnya.
Menurut rencana, lanjut Hendi, akan dibangun sebuah tempat yang disebut sebagai Bromo Heritage sebagai Tengger Cultural Center. Tempat itu akan berisi berbagai peninggalan kebudayaan Suku Tengger. Mulai barang hingga miniatur rumah asli Suku Tengger.
"Tengger ini kan beda. Kayak Probolinggo (Brangwetan) dan Pasuruan (Brangkulin). Pasti beda,” tambahnya. Karena itu, pembangunan Bromo Heritage penting untuk menjaga kelestarian budaya. Jangan sampai ini tidak terwadahi.
Pembangunan Bromo Heritage akan langsung dilakukan Kementerian PUPR. Anggarannya belum diketahui. Tetapi, setelah selesai dibangun, pengelolaannya diserahkan kepada pemerintah daerah. (sid/far)
Editor : Fandi Armanto