Setiap harinya, pria 30 tahun itu berjualan di Pasar Sumberdawesari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Dia sendiri, tercatat sebagai warga Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok.
Dia sudah akrab dengan perlintasan kereta api tanpa palang pintu yang ada di Dusun Brandong, Sumberdawesari. Karena jalan itu yang setiap hari dilaluinya untuk pulang pergi ke pasar.
Meski begitu, maut memang tak bisa disangka. Siang itu (26/8), peristiwa nahas itu menimpanya. Samsul yang mengendarai motor Yamaha Vega keluaran lama, tertabrak kereta api 314 Tawang Alun.
Kereta api jurusan Banyuwangi-Malang itu melintas dari arah timur. Sedangkan Samsul yang dalam perjalanan pulang, menyeberang perlintasan dari arah selatan.
Hasan Basri, salah seorang saksi mengatakan perlintasan kereta api itu memang tak berpalang pintu. Saat kejadian, Samsul seolah tak mendengar adanya kereta api yang melintas.
Hasan mengaku, tak tahu mengapa korban seperti tak mengetahui adanya kereta api yang melintas. Entah karena mengantuk atau ada faktor lain. Hingga korban tetap saja menyeberang di perlintasan. “Akhirnya keserempet kereta api dari timur. Seperti ndak tahu kalau ada kereta yang melintas,” kata dia.
Motor yang dikendarai Samsul pun akhirnya dihantam kereta api. Hantaman keras membuat Samsul terpelanting dari motornya. Dia bahkan terpental sejauh sekitar 50 meter dari perlintasan. Hingga akhirnya tersungkur ke parit tepian rel. Tubuhnya penuh luka. Yang terparah di bagian wajah dan lutut kanan. Warga seketika heboh dan melihat kondisi korban.
“Sudah tak bernyawa. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian,” kata Kapolsek Grati AKP Wilang Langsung.
Polisi lalu melakukan olah TKP. Jasad korban dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Grati untuk divisum. Motor korban rusak parah. Bodi motornya pecah berantakan. As roda belakang dan knalpotnya patah. Motor itu juga turut diamankan polisi.
“Selanjutnya, penanganan dilakukan oleh rekan-rekan di Unit Laka Polres Pasuruan Kota,” tandas Wilang. (tom/mie)
Editor : Muhammad Fahmi