Kerusakan jalan di sana sebenarnya sudah bertahun-tahun terjadi. Namun, belum ada perbaikan sampai saat ini. Dan Sabtu (19/6) siang, kerusakan jalan itu diketahui Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf.
Saat itu, Gus Irsyad dan Wabup Mujib Imron berkunjung ke Desa Pusung Malang. Desa terakhir di Puspo. Untuk sampai ke Pusung Malang, rombongan harus melalui Desa Jimbaran, Kuduwung, baru sampai di Pusung Malang.
Otomatis, rombongan melewati jalan yang hancur tersebut. Mereka berkendara menggunakan jip.
Saat tiba di Pusung Malang dan memberikan sambutan, Bupati pun meminta maaf kepada masyarakat setempat. Menurutnya, jalan sepanjang 5 kilometer itu rusak parah. Bahkan, ia menyebut bukan rusak, tetapi "ajur".
"Saya minta maaf. Jalannya rusak parah. Bukan rusak parah lagi itu, tapi ajur," katanya.
Menurutnya, sejatinya pemkab bukan mengesampingkan jalan itu. Tetapi, selama pandemi banyak anggaran yang harus di-refocusing. Karena itu pula, tahun ini jalan tersebut lagi-lagi belum bisa diperbaiki.
"Belum bisa lagi tahun ini. Anggarannya terkena refocusing," ungkapnya.
Namun, ia berjanji jalan akan diperbaiki tahun depan. "Nanti akan diperbaiki, insyaallah pada 2022. Untuk tahun ini belum bisa," ungkapnya.
Zaki, warga setempat mengatakan, jalan itu merupakan jalan yang dilalui masyarakat untuk ke Kecamatan Puspo. Sebab, jalan itulah yang tercepat. Jika memutar, maka akan butuh waktu yang cukup lama.
"Jalan itu yang paling dekat dengan kecamatan. Kalau lewat Lumbang ya memutar," terangnya.
Tahun ini, perbaikan jalan setempat sebenarnya sudah diusulkan dalam musrenbang. Tetapi, karena refocusing anggarannya dikepras.
Dan tahun depan, menurutnya, warga akan mengusulkan lagi saat musrenbang. Harapannya, usulan perbaikan bisa disetujui.
"Lima kilometer yang rusak, mulai dari Jimbaran sampai Desa Keduwung. Semoga segera bisa diperbaiki," tandasnya. (sid/hn) Editor : Jawanto Arifin