Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Satgas Antisipasi Gelombang Pelayat di Ponpes Sidogiri

Jawanto Arifin • Senin, 14 Juni 2021 | 15:18 WIB
BERJAGA: Sejumlah petugas kepolisian membentuk barikade untuk menghalau warga yang hendak masuk ke area ponpes Sidogiri. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)
BERJAGA: Sejumlah petugas kepolisian membentuk barikade untuk menghalau warga yang hendak masuk ke area ponpes Sidogiri. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)
KRATON, Radar Bromo - Kabar wafatnya Kiai Nawawi langsung menyebar ke santri, alumni, simpatisan, hingga warga setempat. Pihak pesantren pun langsung bergerak cepat dengan memberikan pengumuman melalui media sosial resmi Ponpes Sidogiri.

Dalam imbauan itu, seluruh wali santri, alumni, simpatisan hingga warga dilarang untuk bertakziah ke ponpes. Bahkan, sejak maghrib setiap pintu masuk yang mengarah ke Ponpes Sidogiri dijaga ketat. Baik di gang sisi Selatan dan pintu Timur.

Semuanya dijaga ketat petugas gabungan dari Kodim 0819 dan Polres Pasuruan Kota. Bahkan, banser Kabupaten Pasuruan pun ikut membantu. Hanya warga yang memang tinggal di dekat ponpes yang boleh masuk ke gang di sisi Selatan.

"Maaf, yang tidak berkepentingan tidak boleh masuk. Media juga tidak diperkenankan masuk untuk meliput. Mohon maaf, ini aturan dari pondok," sebut salah satu petugas yang berjaga di gang sisi selatan Ponpes.

Di sisi lian, sejumlah warga setempat berjejer di pinggir jalan menunggu ambulans yang membawa jenazah Kiai Nawawi. Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes), mereka ingin memberikan penghormatan terakhir pada salah satu kiai yang menjadi Majelis Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar PBNU ke 33 di Jombang pada 2015 lalu.

"Sebagai warga Sidogiri, saya ingin memberikan penghormatan pada Rama Kiai. Beliau adalah orang alim dan kharismatik. Itu terbukti dari seringnya tokoh nasional yang datang ke Sidogiri untuk memohon doa pada beliau," sebut Rodiyah, salah satu warga.

Jenazah Kiai Nawawi sendiri tiba di dalem pesantren dengan ambulans sekitar pukul 21.30. Isak tangis dan lantunan tahlil pun langsung bergema. Warga yang berjejer di sepanjang jalan menuju areal ponpes setempat pun memberikan penghormatan terakhir.

Namun, demi keamanan, warga diminta untuk tidak mengambil gambar ataupun video. Usai rombongan jenazah masuk, Polres Pasuruan Kota dan Kodim 0819 membentuk pagar betis agar orang luar tidak masuk.

Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Arman menyebut, pihaknya menyiapkan dua peleton petugas untuk mengamankan areal ponpes. Petugas gabungan memang melarang warga yang tidak kepentingan untuk masuk ke areal ponpes. Ini demi keamanan ponpes serta untuk mencegah kerumunan. Sebab, saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19.

"Pengamanan juga melibatkan personil dari Banser dan Kodim 0819 Pasuruan. Kami juga mengimbau agar masyarakat menggelar salat ghaib atau pembacaan tahlil di rumah masing-masing saja," terang Arman. (riz/hn) Editor : Jawanto Arifin
#rsud bangil #sosok kiai nawawi #ulama kharismatik #ponpes sidogiri #kiai nawawi wafat #kiai nawawi sidogiri