Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pelantikan Pejabat Diguyur Hujan-di Pasar, Kata Gus Ipul Ini Maknanya

Jawanto Arifin • Senin, 14 Juni 2021 | 14:29 WIB
DERAS: Hujan yang mengguyur saat pelantikan pejabat di Pasar Gadingrejo, Sabtu (12/6) malam. (Foto M Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)
DERAS: Hujan yang mengguyur saat pelantikan pejabat di Pasar Gadingrejo, Sabtu (12/6) malam. (Foto M Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)
GADINGREJO, Radar Bromo - Prosesi pelantikan Sekda Kota Pasuruan dan 7 kepala perangkat daerah kali ini memang jauh berbeda dari tradisi birokrasi. Tidak lazim dilakukan karena pelantikan dilangsungkan di tengah Pasar Gadingrejo. Bukan di Balai Kota ataupun Gedung Gradika Bhakti Praja seperti sebelum-sebelumnya.

Pelaksanaannya juga malam hari. Dimulai tepat pukul 21.00. Kebisingan di tengah pasar tiba-tiba surut begitu acara pelantikan dimulai. Tidak sedikit pedagang dan pembeli ikut menyaksikan. Suasana kian sakral. Para pejabat yang dilantik mengenakan baju adat. Area pelantikan yang gelap hanya diterangi dengan sinar obor di sekeliling.

Gus Ipul sendiri mengakui, dirinya ingin menanamkan pesan khusus. Sehingga memilih Pasar Gadingrejo sebagai lokasi pelantikan, malam itu. Pasar merupakan salah satu pusat perekonomian. Dia mengingatkan bahwa lokasi pelantikan menjadi salah satu representasi dari dari visi Pasuruan Kota Madinah. Pasar erat kaitannya dengan perdagangan. Ada pembeli dan penjual.

“Mereka mempengaruhi tinggi rendahnya peredaran uang di Kota Pasuruan. Interaksi pedagang dan pembeli ini juga cerminan dari harmoni warganya, jadi ada rasa saling menghargai satu dengan yang lain,” bebernya.

Photo
Photo
BERKAH: Gus Ipul menyebut hujan yang mengguyur saat pelantikan pejabat adalah berkah. (Foto M Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)

Karena itu, untuk memajukan ekonomi masyarakat, diperlukan sarana dan prasarana yang memadai. Kondisi pasar harus lebih bersih dan nyaman. Sehingga secara tidak langsung akan berdampak pada keindahan kota. Gus Ipul juga sengaja melantik pejabat baru malam hari dan bertepatan dengan hari libur ngantor. Dia menekankan situasi saat ini sangat dinamis. Sehingga masyarakat juga memerlukan layanan pemerintah yang cepat.

“Melayani tidak harus terpaku pada jam kerja atau hari kerja. Saya juga mengajak menghadirkan dynamic governance, pemerintah yang dinamis cakap cepat merespon kebutuhan masyarakat meskipun mungkin di luar jam kerja,” pesan Gus Ipul.

Belum juga tuntas Gus Ipul memberi sambutan, hujan mengguyur kawasan Gadingrejo. Pengunjung pasar yang tadinya mengelilingi area pelantikan, berhamburan mencari tempat meneduh. Gus Ipul tak beranjak dari tempatnya. Ia melanjutkan sambutan meski bajunya sudah basah kuyup.

Para pejabat yang baru diambil sumpahnya, tentu juga bersikap serupa. Hujan baru mereda, tepat ketika Gus Ipul mengakhiri sambutan. “Hujan ini kan berkah. Tak perlu dihindari,” katanya.

Menurut Gus Ipul, hujan yang sempat mengguyur lokasi pelantikan justru menjadi pengingat bagi pejabat yang dilantik. Bahwa mereka harus siap bekerja dengan penuh totalitas dan dedikasi. “Melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya dalam situasi apapun. Mereka harus siap bekerja dalam gelap maupun terang, dalam hujan maupun terik,” pungkasnya. (tom/fun) Editor : Jawanto Arifin
#lelang jabatan sekda #rudiyanto jadi sekda #pemkot pasuruan #sekda kota pasuruan