Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

LPA Ajak Anak Korban Banjir Bandang Kepulungan Bermain

Jawanto Arifin • Minggu, 7 Februari 2021 | 18:30 WIB
BERMAIN: Sejumlah anak korban bencana banjir di Desa Kepulungan, Gempol, mengikuti trauma healing. Mereka diajak bermain agar kembali ceria setelah mengalami bencana. Muhamad Busthomi/Radar Bromo)
BERMAIN: Sejumlah anak korban bencana banjir di Desa Kepulungan, Gempol, mengikuti trauma healing. Mereka diajak bermain agar kembali ceria setelah mengalami bencana. Muhamad Busthomi/Radar Bromo)
GEMPOL, Radar Bromo - LPA Pasuruan memberikan trauma healing kepada korban banjir bandang di Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Khususnya bagi kelompok rentan trauma bencana seperti anak-anak.

Sabtu (6/2), tim dari LPA dan sejumlah relawan dari mahasiswa Psikologi menghibur anak-anak di rumah kontrakan sementara di Dusun Tamanan, Desa Kepulungan. Mereka mengajak anak-anak bermain berkelompok.

Ketua LPA Pasuruan, Muhammad Daniel Efendi menilai, trauma healing perlu diberikan kepada korban bencana. Khususnya anak-anak agar mereka tidak mengalami trauma mengingat banjir bandang yang dialami.

“Anak-anak ini merupakan kelompok rentan, makanya perlu diberikan trauma healing agar psikisnya tetap baik. Kami juga hadirkan psikolog dari Surabaya untuk mendampingi,” kata Daniel ditemui di lokasi.

Sehari sebelumnya, pihaknya sempat menengok korban bencana di Balai Dusun Kabunan yang menjadi lokasi pengungsian sementara. Menurutnya, kondisi psikis anak-anak korban bencana memang perlu mendapat perhatian segera.

“Makanya mulai hari ini kami lakukan trauma healing. Sekarang kami ingin mereka ceria dulu, tidak perlu ikut terbebani persoalan yang seharusnya menjadi pikiran orang tuanya,” ujar Daniel.

Dia mengakui, trauma healing tidak bisa hanya dilakukan sekali dua kali. Melainkan ada beberapa tahap yang harus dilalui. Hal itu untuk memastikan psikis anak-anak tidak terganggu pascabencana.

Ke depan, pihaknya akan kembali melakukan trauma healing berjangka. Salah satunya dengan mengajak anak-anak bermain dengan air. Pasalnya, banjir bandang yang terjadi di kawasan itu tidak menutup kemungkinan membuat anak-anak trauma dengan air.

“Pelan-pelan nanti kami coba untuk bermain dengan air. Agar tidak ada rasa trauma yang dalam,” bebernya.

Kepala Dusun Tamanan Sutiyo mengatakan, di rumah kontrakan tersebut ada 10 keluarga korban banjir bandang. Terdiri dari 32 jiwa, termasuk di antaranya balita dan anak-anak.

Pihaknya merasa sangat terbantu dengan bantuan trauma healing kepada anak korban bencana. Sedangkan bantuan logistik sudah berdatangan. Baik dari pemerintah, swasta maupun perorangan.

“Nah ini juga sangat penting untuk memulihkan psikologis anak. Kalau kebutuhan jasmani insyaallah sudah terpenuhi, tetapi psikologis mereka kami harapkan juga pulih,” beber Sutiyo. (tom/hn) Editor : Jawanto Arifin
#korban bencana #lpa pasuruan #trauma healing #banjir bandang kepulungan