Kepala Desa Baledono Kecamatan Tosari Mas Prapto mengatakan bahwa 2 hari kemarin longsor terjadi di 2 titik. Terakhir terjadi pada Minggu malam kemarin sekitar pukul 18.00 di Jalur Provinsi yang merupakan jalur utama ke Bromo.
“Jadi setelah hujan deras, longsor kembali terjadi di Jalur ke Bromo. Untuk longsoran ini mentupi seluruh jalur dengan tebal hingga 2 meter dan dari ketinggian tebing 4 meter,” ujarnya.
Minggu malam lalu dilakukan pembersihan swadaya bersama Muspika setempat dan warga. Sehingga jalan masih bisa dilalui satu jalur untuk kendaraan. Sedangkan pembersihan utama dilakukan Senin (14/12) pagi dengan menggunakan bego.
“Pembersihan sampai pukul 12.00 siang, dan jalan kembali bisa dilakukan kendaraan 2 arah,” ujarnya.
Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Tectona Jati membenarkan imbas hujan deras beberapa hari ini membuat longsor terjadi di Tosari. Sebelumnya pada Minggu pagi dan terakhir pada Minggu malam lalu.
“Untuk longsoran ini merupakan jalur ke Bromo, sehingga kami juga koordinasi dengan Bina Marga Provinsi untuk membantu alat berat,” ujarnya.
Pembersihan dengan alat berat dilakukan mulai pagi dan selesai sekitar pukul 12.00 kemarin. Sehingga jalur ke Bromo sudah kembali bisa dilalui 2 arah.
Tecto mengatakan bahwa musim hujan ini, rawan longsor memang bisa terjadi di dataran tinggi utamanya di Tosari, Tutur dan Prigen. Sehingga imbauannya agar masyarakat juga tetap berhati-hati tidak hanya saat melintas di dataran tinggi. Juga di dataran rendah di mana juga ada potensi rawan pohon tumbang. Juga diharapkan tidak mendekat ke sungai besar saat hujan deras. (eka/fun) Editor : Jawanto Arifin