Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan Lucky Danardono mengatakan, jumlah angkot di Kota Pasuruan mencapai sekitar 132 unit. Namun, tidak semuanya beroperasi. Dishub mencatat, hanya 98 unit yang beroperasi. Dari jumlah itu, angkot yang setiap hari rutin mengangkut penumpang hanya 61 unit. Sisanya, 37 unit hanya beroperasi sewaktu-waktu.
“Angkot yang rutin beroperasi setiap hari cuma 61 unit. Sejumlah 37 angkot lainnya beroperasi saat ada permintaan. Misalnya, diminta mengantar ke suatu tempat hajatan. Sisanya lagi sebanyak 34 unit tercatat tidak pernah beroperasi,” jelasnya.
Lucky mengatakan, jumlah ini tidak berubah sejak tiga tahun terakhir atau sejak 2017. Kondisi ini disebabkan karena semakin minimnya masyarakat yang menggunakan angkot. Karenanya, banyak sopir dan pemilik angkot memilih tidak mengoperasikan angkotnya. Di samping itu, ada yang berinisiatif menggunakan angkotnya untuk kepentingan wisata atau sesuai pesanan.
Soal kemungkinan Dishub mengevaluasi trayek angkot, Lucky menyebutkan, hal itu bukan solusi. Sebab, meski trayeknya diubah, tidak akan menjamin akan berdampak baik kepada ramainya menumpang angkot. Dishub menilai, perubahan trayek bukanlah solusi. Namun, pihaknya tetap berkomitmen agar keberadaan angkot bisa tetap eksis.
“Peminat angkot yang minim karena banyak yang punya kendaraan pribadi mulai dari mobil hingga motor. Belum lagi ada ojek online. Makanya, kami punya rencana menjadikan angkot sebagai angkutan pelajar, sehingga angkot tetap bisa beroperasi,” ujarnya. (riz/rud/fun) Editor : Jawanto Arifin