Bila biasanya Kemenang mengeluarkan rata-rata 10 rekomendasi per hari, kini sama sekali tidak ada pemohon. Kasi Haji Kemenag Kota Pasuruan Muhammad Ismail mengatakan, animo masyarakat Kota Pasuruan untuk menunaikan ibadah umrah sebenarnya masih tinggi. Namun, adanya kebijakan Pemerintah Arab Saudi untuk menghentikan penerimaan jamaah dari luar, membuat pengajuan rekomendasi umrah juga terdampak.
“Permintaan rekomendasi umrah biasanya memang tinggi. Apalagi, selama Ramadan, tambah tinggi lagi. Banyak masyarakat Kota Pasuruan yang ingin pergi ke Tanah Suci. Cuma beberapa bulan ini kami tidak mengeluarkan rekomendasi umrah,” ujarnya.
Ismail menjelaskan, selama ini tingginya permintaan rekomendasi umrah di Kota Pasuruan, biasanya disebabkan masyarakat tidak perlu menunggu antrean untuk beribadah di Makkah. Ini, tidak seperti ibadah haji yang hanya bisa dilakukan setahun sekali.
Selain itu, ongkos yang harus dikeluarkan masyarakat untuk menunaikan ibadah umrah relatif lebih terjangkau. Karena, ongkosnya lebih murah daripada ibadah haji.
“Kalau biasanya dalam sehari kami bisa mengeluarkan rekom umrah minimal 10 orang karena pengajuannya yang tinggi. Cuma karena ada pandemi, otomatis tidak ada yang mengajukan rekom,” ujar Ismail. (riz/rud/fun) Editor : Jawanto Arifin