Kabid Seni dan Budaya Disparbud Kabupaten Pasuruan Nurul Hidayati mengatakan, terkait anggaran festival tahun ini yang dipastikan tidak terlaksana. Sehingga semua anggaran tersebut direfocusing semua untuk penanganan covid-19.
“Ada kegiatan rutin mulai dari lomba seni, festival Jatim, Festival pesisir yang rutin diadakan oleh Provinsi Jawa Timur. Karena tahun ini dipastikan tidak terlaksana lantaran covid-19. Sehingga semua anggaran tersebut juga dialihkan,” terangnya.
Menurut Nurul, ada 3 kegiatan seni dan budaya di Provinsi Jawa Timur. Yang pertama adalah lomba karya cipta yang biasanya diikuti oleh Siswa Kabupaten Pasuruan. Lomba ini biasanya menciptkan karya baru dan berhubungan dengan cerita rakyat dan legenda setempat. Untuk anggaran ini ada sebesar Rp 50 juta dan terkena refocusing anggaran.
Kegiatan lainnya adalah Festival Jatim Night Carnival. Biasanya festival ini digilir di Kota/Kabupaten se-Jatim. Festival ini berupa karnaval dengan mobil hias, ada pengiring. Anggaran yang direfocusing sebesar Rp 100 juta.
“Tahun sebelumnya, Kabupaten Pasuruan tidak pernah ikut, tapi tahun ini sudah dianggarkan dan karena tidak jadi kegiatannya. Sehingga direfocusing juga,” ujarnya.
Kegiatan lain yaitu Festival Pesisir Pantau Utara. Kabupaten Pasuruan pernah menjadi tuan rumah tahun 2018. Tahun ini rencananya di Madura namun juga batal dilaksanakan. Untuk Festival pesisir utara ini anggaran sekitar Rp 70 juta dan juga terkena refocusing.
“Selain kegiatan seni dan budaya tersebut, Juga ada kegiatan Skilot yang biasanya dilaksanakan Lebaran ketupat. Dari Disparbud awalnya ada support anggaran Rp 48 juta. Namun karena tahun ini juga tidak diadakan karena korona. Sehingga anggaran juga direfocusing semua untuk penanganan Covid-19,” ujarnya. (eka/fun) Editor : Fandi Armanto