Hal tersebut diungkapkan oleh Muhammad As’adul Anam, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan. Anam mengatakan, penerimaan pelajar tahun angkatan baru itu sudah diumumkan, terkait siswa yang lolos di MAN IC seluruh Indonesia termasuk di Pasuruan.
“Jadi, sudah ada nama-nama yang lolos dari 72 siswa. Namun, hanya 3 siswa asal Pasuruan yang lolos masuk di MAN IC Pasuruan,” jelas Anam.
Ia mengatakan, untuk tahun ini kuota pelajar di MAN IC Pasuruan memang turun dibandingkan tahun lalu. Jika tahun lalu menerima hingga 96 siswa baru. Tahun ini hanya 72 siswa. Hal itu melihat ketersediaan sarpras di gedung MAN IC Pasuruan.
Jumlah pelajar asal Pasuruan yang diterima di MAN IC tahun ini pun turun. Pada tahun lalu, tercatat jumlah pelajar Pasuruan yang diterima ada 7 pelajar.
Anam mengatakan, meski MAN IC terletak di Pasuruan, namun untuk seleksi dan tes tetap terpusat di Kemenag Pusat. Sehingga dari proses pendaftaran, seleksi administrasi, sampai tes semuanya dari Kemenag Pusat yang menyelenggarakan. Daerah tidak bisa mematok kuota untuk putra daerah sendiri.
Siswa yang masuk MAN IC disebutkan benar-benar dari hasil tes dan yang terbaik. “Menurunnya jumlah pelajar dari Pasuruan ini juga lantaran tahun ini tidak ada bimbingan seperti tahun lalu. Imbas wabah korona, sehingga pelajar murni usaha mandiri untuk bisa bersaing dengan rekan se-Indonesia,” terangnya.
Meski tahun ini hanya 3 pelajar yang diterima, namun prestasi ini sudah termasuk bagus. Ini lantaran mereka berhasil bersaing dengan 929 pelajar se-Indonesia yang mendaftar di MAN IC Pasuruan tahun ini.
Untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sendiri, Kemenag Kabupaten Pasuruna masih menunggu situasi korona kondusif dan mengikuti arahan Kementerian Pendidikan dan Kemenag untuk sistem belajar nantinya. (eka/mie) Editor : Muhammad Fahmi