Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan hanya memperketat proses jual-beli di pasar hewan yang ada. Di antaranya, dengan menerapkan physical distancing.
Kabid Bidang Pengelolaan Pasar di Disperindag Kabupaten Pasuruan Gatot Sutanto menjelaskan, sejak virus korona merebak, pihaknya sudah melakukan antisipasi di pasar hewan. Petugas memperketat aturan agar jangan sampai terjadi kerumunan di pasar hewan.
Saat ini pasar hewan di Kabupaten Pasuruan ada tujuh. Yaitu Pasar Hewan Nguling, Grati, Gondangwetan, Wonorejo, Sukorejo, Pandaan, dan Gempol. Pasar hewan ini menjual sapi dan kambing dan lokasinya berdekatan dengan pasar daerah.
Semua pasar hewan tidak buka setiap hari. Rata-rata pasar hewan hanya buka 2-4 hari dalam seminggu.
“Misalnya Pasar Hewan Nguling hanya dua kali buka dalam seminggu. Senin untuk pasar kambing dan Jumat pasar sapi. Sedangkan di Pasar hewan Grati juga dua kali. Hari Rabu untuk sapi dan Sabtu untuk kambing,” terangnya.
Sampai saat ini Disperindag untuk sementara baru menutup pasar hewan di Nguling. Pasar hewan itu ditutup pada akhir Maret. Penutupan dilakukan karena banyak warga Probolinggo yang pindah ke Pasar Hewan di Nguling. Sebagai akibat dari penutupan dan pembatasan pasar hewan di Probolinggo saat itu.
“Karena sempat membeludak yang datang, langsung kami hentikan. Dan sejak akhir Maret lalu kami tutup,” terangnya.
Saat ini para belantik sapi yang biasanya berjualan di Pasar Hewan Nguling pindah ke Pasar Grati dan Gondangwetan. Menurutnya, sampai saat ini tidak ada belantik sapi dari luar Kabupaten Pasuruan yang jualan di sana. Jika ada, petugas pasar biasanya langsung melarang masuk.
Untuk mencegah terjadinya kerumunan. Petugas pasar mencegah dan memberikan teguran agar tidak bergerombol. “Termasuk semua pedagang dan pembeli wajib cuci tangan yang kami sediakan dan menggunakan masker. Jika tidak pakai masker dilarang masuk ke pasar hewan,” terangnya.
Selain itu, petugas juga memeriksa suhu tubuh semua yang datang dengan thermo gun. “Dalam aturan ini, Alhamdullilah, 85 persen pedagang dan pembeli menaati aturan. Mereka tertib memakai masker. Kalau tidak, tidak kami bolehkan masuk ke pasar hewan demi kebaikan bersama,” ujarnya. (eka/hn/fun) Editor : Jawanto Arifin