Kepala Disparbud Kabupaten Pasuruan Agung Maryono melalui Kabid Industri Pariwisata Budi Shoreanto mengatakan, setiap tahun Disparbud rutin mengajukan hibah anggaran untuk peningkatkan sarana-prasarana di tempat wisata. Sebab, ada program dari pemerintah pusat untuk mengembangkan wisata di sekitar 10 destinasi unggulan wisata.
“Kabupaten Pasuruan yang termasuk daerah di sekitar wisata Bromo, juga diterima usulannya oleh pusat. Selain Banyubiru, kami juga usulkan pengembangan potensi wisata lainnya yang bisa menjadi ikon dan berkembang,” terangnya.
Pilihannya adalah mengembangkan wisata mangrove. Menurut Budi, tahun lalu pihaknya sudah mengusulkan pengembangan wisata mangrove di Kabupaten Pasuruan. Sayangnya, tahun 2020 ini ternyata tidak ada anggaran untuk peningkatan wisata di sana.
“Karena itu, tahun ini kami usulkan lagi peningkatan wisata mangrove di dua lokasi. Harapannya, tahun depan bisa disetujui dan dikembangkan,” terangnya.
Untuk wisata mangrove di Desa Penunggul, Kecamatan Nguling, diusulkan ada penambahan jalan kayu di lokasi mangrove. Termasuk peningkatan jalan menuju tempat wisata.
Sedangkan wisata mangrove di Pateguran, Kecamatan Rejoso, diusulkan untuk pembangunan akses jalan. juga sejumlah sarana prasana pendukung lainnya.
“Tujuan kami agar potensi wisata mangrove ini bisa makin berkembang. Dan menjadi penunjang wisata lainnya bagi wisatawan di sekitar Bromo,” ujarnya. (eka/hn/fun) Editor : Jawanto Arifin