Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Temukan 32 Pelajar di Pasuruan yang Urinenya Positif Narkoba

Jawanto Arifin • Selasa, 31 Desember 2019 | 18:45 WIB
Photo
Photo
PASURUAN, Radar Bromo - Sepanjang tahun ini, Badan Narkotika Nasional Pasuruan gencar menggelar sidak tes urine di kalangan pelajar. Hasilnya, ditemukan 32 pelajar yang urinenya positif mengandung bahan narkotika.

Hal itu diungkapkan Erlang Dwi Permata, kepala BNN Pasuruan. Dalam rilis akhir tahun kemarin (30/12), Erlang menjelaskan, selain penangkapan, tujuan utama dari BNN adalah melakukan pencegahan dan sosialisasi terkait bahaya narkoba.

Tahun ini, BNN difokuskan pada pencegahan peredaran dan pemakai narkotika. Tahun ini sudah ada penggiat 90 guru dan guru SMP negeri dan swasta untuk bisa memberikan sosialiasi kepada siswa.

Selain itu, BNN juga telah melakukan tes urine sebanyak 25 kali dengan sasaran 1.376 orang. Dengan rincian, 23 kali di kalangan pelajar dengan jumlah 1.299 siswa dan 2 kali di kalangan pekerja sebanyak 77 orang.

Erlang mengatakan, dari tes urine pelajar ini sifatnya memang sampel dan tidak menyeluruh. “Dan dari hasil sidak tes urine pelajar, ditemukan 32 yang positif. Namun, karena masih usia SMP, sifatnya masih coba pakai dan biasanya menggunakan pil,” terangnya.

Dari hasil temuan tersebut, pelajar yang hasilnya positif diberikan pemahaman. Dan sebulan kemudian turun menjadi 9 pelajar dan sebulan lagi sudah bersih dari narkoba.

Erlang mengatakan, untuk tingkat pelajar ini rencananya tahun depan lebih menyasar ke tingkat SD. Sehingga, pemahaman bahaya narkoba bisa lebih dini.

“Karena dari pengakuan pelajar SMP, sudah ada yang coba-coba saat usia SD. Kalau lebih dini sudah bisa tersosialiasi, maka bisa dicegah lebih dini,” terangnya.

Selain sosialisasi ke tingkat pelajar, BNN tahun ini juga merujuk untuk asesmen pemakai narkoba. Tahun ini ada sebanyak 21 pengguna narkoba yang dikirim ke RS Dr Radjiman Widyodiningrat, Balai Besar Rehabiliatas Lido, RS Hayunanto Medical Center, dan sebagainya.

“Jumlah penderita yang tahun ini kita asesmen sebanyak 21 orang, jumlah ini memang lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya 8 penderita. Namun, ini bukan menjadi acuan tahun ini lebih banyak. Hanya kesadaran masyarakat perlunya keluarga menjadi sehat sehingga tahun ini yang diasesmen lebih banyak,” terangnya. (eka/mie) Editor : Jawanto Arifin
#bnn pasuruan #tes urine #pelajar narkoba