Untuk meminimalisasinya, pemerintah berencana untuk mengeruk Sungai Welang, Kecamatan Kraton tahun depan. Pengerukan ini dilakukan untuk mengatasi endapan yang kerap menjadi pemicu banjir di wilayah Kraton.
Kepala Dinas Sumberdaya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan Misbah Zunib menyampaikan, Pemkab telah mengajukan usulan untuk normalisasi Sungai Welang. Usulan tersebut rupanya mendapat respons dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi dengan rencana kegiatan normalisasi.
Rencana pengerukan sungai Welang itu, bakal direalisasikan pada 2020. Lebih dari dua kilometer sungai yang kerap menjadi pemicu banjir di wilayah Kecamatan Kraton itu akan dikeruk dan dilebarkan.
Dari yang semula memiliki lebar hanya 15 sampai 20 meter, bakal dilebarkan menjadi sekitar 30 meter. “Harapannya, bisa mencegah terjadinya banjir yang bisa dikatakan rutin terjadi setiap tahunnya tersebut,” kata Misbah.
Menurutnya, pemerintah pusat dan pemerintah provinsi akan melakukan sharing dalam pendanaan pengerukan Sungai Welang. Dana yang digelontorkan untuk menormalisasikan Sungai Welang tidaklah sedikit.
Mencapai kurang lebih Rp 90 miliar. Dana itu bersumber dari pemerintah pusat, sekitar Rp 60 miliar. Sementara dari pemerintah provinsi, mencapai kurang lebih Rp 30 miliar. “Normalisasi tersebut akan dilangsungkan 2020. Pemerintah pusat dan Pemprov sudah menyepakati untuk melakukan pengerukan dan mengangkat sedimentasi Sungai Welang,” sambungnya.
Ia menambahkan, pengerukan Sungai Welang diharapkan bisa menjadi solusi dalam mengatasi persoalan banjir di wilayah Kraton. Seperti yang diketahui, wilayah Kecamatan Kraton yang berdekatan dengan Sungai Welang kerap terendam banjir.
Banjir itu terjadi imbas luapan Sungai Welang yang tak mampu menampung air hujan. Misbah menambahkan, normalisasi Sungai Welang diharapkan tidak hanya tahun 2020 dilakukan.
Karena Pemkab juga mengusulkan pengerukan di sungai yang sama. “Tentunya, pengerukan yang dilakukan tidak bisa sekali. Mengingat, Sungai Welang cukup panjang. Kami mengusulkan normalisasi lanjutan pada 2021 untuk Sungai Welang yang belum dikeruk pada 2020,” harapnya. (one/mie)
Editor : Muhammad Fahmi