Syukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, atap rumah yang terbuat dari asbes yang terletak di bagian belakang bangunan rumah berukuran 4x6 meter itu hancur karena ulah dari pelaku.
Aksi ini sendiri bukan yang pertama kalinya dialami oleh korban. Dalam tiga bulan terakhir, peristiwa ini merupakan yang ketiga kalinya dialaminya. Namun baru kali ini ada kerugian materiil yang disebabkan oleh ledakan bondet.
Peristiwa ini diketahui ini terjadi sekitar pukul 23.30. Malam itu, Sucipto bertiga di dalam rumahnya bersama istri dan anaknya. Sucipto memilih untuk menonton televisi. Sementara istri dan anaknya memilih tidur.
Tak lama kemudian, tiba terdengar suara ledakan dari arah belakang rumah. Lalu diikuti dengan asbes atap rumah yang ikut ambruk. Sontak peristiwa ini mengagetkan Sucipto yang tengah bersantai.
Ia lantas bangun untuk mengecek ledakan tersbut. Ia melihat atap berlubang dengan diameter 10x20 sentimeter yang mengarah ke lantai dua. Ia lantas mencoba naik ke atas namun pelempar sudah melarikan diri.
"Saya lantas melaporkan hal ini pada Polsek Winongan sekitar pukul 02.00. Tak lama kemudian, petugas pun datang untuk olah tempat kejadian perkara (TKP)," ungkapnya.
Sementara itu, Kapolsek Winongan, AKP Thohari membenarkan adanya peristiwa pelemparan bondet di wilayah Jeladri. Pihaknya sudah meminta keterangan dari korban dan melakukan olah TKP.
"Kami masih mendalaminya dari keterangan korban. Sekaligus mencari bukti bukti dan saksi tambahan di TKP untuk mengidentifikasi pelaku," pungkasnya. (riz/fun) Editor : Fandi Armanto