Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Rombongan Ziarah Wali Lima yang Busnya Kecelakaan di Tol Sudah Menyiapkan Agenda Sejak Setahun Lalu

Jawanto Arifin • Sabtu, 16 November 2019 | 13:35 WIB
Photo
Photo
REJOSO, Radar Bromo - Agenda ziarah Wali Lima yang dilakukan warga Desa Kalipang, Kecamatan Grati, ini merupakan agenda rutin tahunan. Setiap memasuki bulan Rabiul Awal dalam kalender Islam, warga selalu berwisata religi ke sejumlah wilayah di Jawa Timur.

Jazuli, warga setempat menjelaskan, tahun ini ziarah Wali Lima diikuti 110 warga. Seluruhnya berasal dari Dusun Tegalan II. Mereka berangkat pada Jumat (15/11) pukul 07.00 dengan menggunakan dua bus pariwisata PO Ladju.

"Seluruh warga yang berangkat ini merupakan ustad dan ustadah sekaligus wali murid dari Taman Pendidikan Alquran (TPQ) Asy Syahidiyah," jelasnya.

Agenda ziarah wali lima ini dilaksanakan sehari saja. Pertama, mereka ke Ampel di Kota Surabaya. Lalu ke Gresik, Lamongan, dan diakhiri di Kabupaten Tuban. Begitu ziarah selesai, dua bus ini pulang ke Pasuruan sekitar pukul 22.00.

Photo
Photo
DIDEREK: Bus Ladju yang diderek usai kecelakaan di tol Gempas. (Foto: Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

"Agenda ziarah ini hanya diadakan sehari saja. Jumat pagi berangkat dan malamnya sudah pulang ke Pasuruan. Ini merupakan kegiatan rutin tahunan," sebut Jazuli yang merupakan saudara sepupu korban meninggal, Zaini.

Karena agenda rutin tahunan, kegiatan itu sudah disiapkan sejak setahun lalu. Termasuk biayanya.

Setiap warga yang ingin ikut ziarah Wali Lima diwajibkan membayar akomodasi sebesar Rp 100 ribu. Agar tak memberatkan, sejumlah warga membayar menggunakan sistem tabungan dengan mencicil setiap bulan.

"Biaya ini sepenuhnya untuk transportasi pulang pergi saja. Untuk makan dan minum ya ditanggung masing-masing warga," sebutnya.

Menurutnya, Zaini adalah ketua rombongan ziarah Wali Lima ini. Zaini sendiri waktu itu memilih untuk berada di rombongan bus kedua bersama keluarganya. Bus kedua ini berangkat belakangan setelah bus pertama.

"Setiap bus diisi oleh 55 orang. Kalau korban Zaini bersama keluarganya berada di rombongan bus kedua," terangnya. (riz/hn/fun) Editor : Jawanto Arifin
#tol gempol-pasuruan #kecelakaan bus rombongan takziah #kecelakaan tol pasuruan #kecelakaan tol gempas #kecelakaan bus tol tewas 4