Jazuli, warga setempat menjelaskan, tahun ini ziarah Wali Lima diikuti 110 warga. Seluruhnya berasal dari Dusun Tegalan II. Mereka berangkat pada Jumat (15/11) pukul 07.00 dengan menggunakan dua bus pariwisata PO Ladju.
"Seluruh warga yang berangkat ini merupakan ustad dan ustadah sekaligus wali murid dari Taman Pendidikan Alquran (TPQ) Asy Syahidiyah," jelasnya.
Agenda ziarah wali lima ini dilaksanakan sehari saja. Pertama, mereka ke Ampel di Kota Surabaya. Lalu ke Gresik, Lamongan, dan diakhiri di Kabupaten Tuban. Begitu ziarah selesai, dua bus ini pulang ke Pasuruan sekitar pukul 22.00.
"Agenda ziarah ini hanya diadakan sehari saja. Jumat pagi berangkat dan malamnya sudah pulang ke Pasuruan. Ini merupakan kegiatan rutin tahunan," sebut Jazuli yang merupakan saudara sepupu korban meninggal, Zaini.
Karena agenda rutin tahunan, kegiatan itu sudah disiapkan sejak setahun lalu. Termasuk biayanya.
Setiap warga yang ingin ikut ziarah Wali Lima diwajibkan membayar akomodasi sebesar Rp 100 ribu. Agar tak memberatkan, sejumlah warga membayar menggunakan sistem tabungan dengan mencicil setiap bulan.
"Biaya ini sepenuhnya untuk transportasi pulang pergi saja. Untuk makan dan minum ya ditanggung masing-masing warga," sebutnya.
Menurutnya, Zaini adalah ketua rombongan ziarah Wali Lima ini. Zaini sendiri waktu itu memilih untuk berada di rombongan bus kedua bersama keluarganya. Bus kedua ini berangkat belakangan setelah bus pertama.
"Setiap bus diisi oleh 55 orang. Kalau korban Zaini bersama keluarganya berada di rombongan bus kedua," terangnya. (riz/hn/fun) Editor : Jawanto Arifin