Bus Ziarah Wali Lima Tabrak Truk di Tol Gempas, Empat Tewas, Tiga di Antaranya Satu Keluarga

REJOSO, Radar Bromo – Insiden kecelakaan di jalur bebas hambatan di Pasuruan kembali terjadi. Jumat (15/11) pagi, giliran sebuah bus pariwisata berisi rombongan jamaah ziarah Wali Lima, menabrak truk tronton di ruas jalan tol Gempol–Pasuruan (Gempas). Sopir dan tiga penumpang bus meninggal dunia di lokasi kejadian. Tiga di antaranya masih satu keluarga.

Kecelakaan terjadi pagi hari, pukul 04.30. Saat itu bus pariwisata PO Ladju nopol N 7864 UW dikemudikan Mochammad Syafii, 45, warga Kelurahan Sekargadung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. Bus membawa 55 penumpang jamaah Wali Lima. Mereka semua berasal dari Dusun Tegalan II, Desa Kalipang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

Mereka baru menyelesaikan perjalanan ziarah Wali Lima ke sejumlah daerah di Jawa Timur selama satu hari. Dan pagi hari itu, mereka dalam perjalanan pulang ke Dusun Tegalan II.

Bus sempat berhenti di rest area Gempol, sekitar pukul 03.50. Di sana, anggota jamaah banyak yang turun untuk buang air kecil. Sekitar pukul 04.00, bus melanjutkan perjalanan.

Bus lantas masuk tol Gempas dan melaju di lajur kiri, dari barat ke timur. Petaka terjadi saat bus tiba di KM 508 di Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Saat itu tiba-tiba saja pengemudi bus pariwisata kehilangan konsentrasi. Bus menabrak sebuah truk tronton Nopol L 9422 US yang melaju di depannya. Truk dikemudikan Gunadi, 45, warga Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban.

Ditabrak dari belakang, membuat truk kehilangan kendali. Truk langsung terguling akibat tabrakan itu. Sementara bus, terus melaju dan menabrak pembatas jalan di sebelah kiri jalan. Baru kemudian bus terhenti.

Akibat kecelakaan ini, empat orang langsung meninggal di lokasi kejadian. Tiga di antaranya adalah satu keluarga. Yakni, Zaini, 47; Sultoniyyah, 35; dan Riska Falaha, 2. Zaini dan Sultoniyyah adalah pasangan suami istri. Sementara Riska adalah putri mereka.

Mereka mengalami pendarahan pada bagian kepala usai terlempar ke depan. Ketiganya duduk di kursi depan, di samping kiri pengemudi bus.

Sementara satu korban lain yang meninggal adalah sopir bus. Yaitu, Mochammad Syafii. Korban tewas dengan wajah hancur. Jenazah mereka semua langsung dilarikan ke ruang pemulasaraan RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan.

NYUNGSEP: Truk tronton yang ditabrak bus Ladju di tol Gempas. (Foto: Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Selain empat korban meninggal, satu penumpang bus mengalami patah tulang hidung. Korban yaitu Lillah, 35. Dia dilarikan ke RSUD Grati, sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Sementara itu, pengemudi truk tronton tidak mengalami luka apapun. Namun, bagian belakang truk pesok akibat peristiwa ini. Lalu, bagian depan bus hancur dan ringsek.

Saat itu juga evakuasi dilakukan. Proses evakuasi membutuhkan waktu sekitar satu jam. Dua kendaraan baru bisa dievakuasi sekitar pukul 05.30 dengan menggunakan mobil derek. Dua kendaraan itu lantas diamankan di tempat penyimpanan barang bukti (BB) di Rejoso.

Kanit Laka Satlantas Polres Pasuruan Kota Iptu Ahmad Jayadi mengungkapkan, penyebab utama laka masih dalam penyelidikan. Untuk sementara, diduga kecelakaan terjadi karena human error. Dalam hal ini, pengemudi bus kurang berhati-hati.

Penyidik sendiri langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kecelakaan. Dari hasil olah TKP, tidak ditemukan bekas pengereman dari pengemudi bus.

Kondisi ini, menurut Ahmad Jayadi, menunjukkan bahwa pengemudi bus tidak memperhatikan kendaraan lain yang melaju di depannya. Sehingga, tidak sempat mengerem.

“Yang jelas human error dari pengemudi bus. Namun, penyebab pastinya kami masih menyelidiki. Ini bukan termasuk laka menonjol. Sebab, salah satu kriteria laka menonjol, korban tewas minimal lima,” terang Jayadi. (riz/fun)