Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

4 Bulan, Distribusi Air Bersih di Kab Pasuruan Rogoh Rp 800 Juta

Jawanto Arifin • Minggu, 13 Oktober 2019 | 15:45 WIB
Warga dusun Krajankulon, Desa jatirejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan beramai-ramai mengambil air dari tandon yang baru diisi oleh tim BPBD setempat. Sejak sepekan terakhir, air berasal dari sumber mata air di kawasan tersebut sudah tidak mengalir
Warga dusun Krajankulon, Desa jatirejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan beramai-ramai mengambil air dari tandon yang baru diisi oleh tim BPBD setempat. Sejak sepekan terakhir, air berasal dari sumber mata air di kawasan tersebut sudah tidak mengalir
LUMBANG, Radar Bromo - Sepanjang empat bulan terakhir musim kemarau ini, Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan sudah merogoh kocek Rp 800 juta untuk pengiriman air bersih. Biaya tersebut untuk biaya operasional selama pengiriman air bersih ke daerah yang alami kekeringan.

Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana mengatakan bahwa sampai minggu pertama di Bulan September ini anggaran untuk pengiriman air bersih ke berbagai daerah yang kekeringan sudah mencapai Rp 800 juta.

“Jadi dalam 3 sampai 4 bulan ini, mulai tercatat bulan Juli, biaya operasional untuk pengiriman air bersih sudah mencapai Rp 800 juta,” terang Bakti.

Tingginya biaya operasional atau Bahan Bakar Minyak (BBM) ini lantaran dari dari 22 Desa di 7 Kecamatan pengiriman dilakukan beberapa kali. Bahkan di 3 Kecamatan yaitu Lumbang, Winongan dan Pasrepan, dilakukan hingga 3 kali dalam sehari untuk pengirimannya.

“Tingginya biaya operasional ini lantaran pengiriman air bersih bisa sampai 3 kali sehari. Khususnya di Daerah Lumbang, Winongan dan Pasrepan yang sehari bisa 3 rit atau 15 ribu liter pengiriman air bersihnya,” terangnya.

Tercatat untuk 3 Kecamatan itu, Kecamatan Lumbang (ada 5 Desa); Winongan (3 Desa) dan Pasrepan (5 Desa) sejak Agustus lalu dilakukan pengiriman hingga 3 rit.

Sedangkan 4 Kecamatan lain, yakni di Kecamatan Lekok (4 Desa), Gempol (3 Desa), Grati (1 Desa) dan Kejayan (1 Desa) pengiriman dilakukan 2 kali atau 2 rit dengan total 10 ribu liter per hari.

Bakti mengatakan untuk biaya dana kedaruratan ini, dipastikan dicukupi oleh dana APBD lewat anggaran tidak terduga. Sehingga kendati diprediksi pengiriman air bersih bisa terjadi sampai bulan November – Desember mendatang. BPBD memastikan tetap akan menyalurkan permintaan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Untuk perkiraan BMKG, bulan Oktober – November sendiri sudah ada turun hujan. Namun kita tetap menunggu sampai air sumber di masyarakat sudah normal baru kita stop pengiriman air bersih,” jelasnya. (eka/mie) Editor : Jawanto Arifin
#krisis air bersih #bpbd kabupaten pasuruan #kekeringan #air bersih