Kedua lelaki itu sama-sama warga Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan. Korban Sutris, warga Dusun Karangnyar, Desa Wotgalih. Sementara pelaku, warga Dusun Gunung Bukor, Desa Sumberanyar.
Informasinya, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 16.30, Sabtu (17/8). Petang itu, korban bersama 10 temannya pergi ke Dusun Buntalan, Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati. Mereka hendak mengikuti turnamen Burung Merpati. Pelaku, juga mengikuti turnamen ini.
Dalam turnamen itu, burung milik korban berhadapan dengan burung milik pelaku. Dan hasilnya, ternyata, burung merpati milik pelaku kalah.
Rupanya, pelaku tidak terima dengan kekalahan ini. Pelaku pun langsung mendatangi korban. Entah apa yang dibicarakan kedua lelaki ini.
Yang jelas, dalam sekejap, mereka terlibat percekcokan sengit. Aksi dorong antara keduanya bahkan terjadi. Percekcokan ini berhasil dilerai oleh warga dan panitia turnamen.
Namun, rupanya kekalahan itu masih membuat pelaku kesal. Pelaku bersama adiknya lantas meninggalkan turnamen. Mereka pergi ke rumah temannya, Dide di Desa Kambingrejo, Kecamatan Grati.
Pelaku lantas meminjam sebilah celurit. Usai mendapat pinjaman celurit, pelaku pulang ke rumahnya di Desa Sumberanyar.
Namun, di tengah perjalanan di Dusun Sumurwaru Barat, Desa Sumberanyar, pelaku bertemu dengan korban dan 10 temannya. Percekcokan pun kembali terjadi.
Saat cekcok terjadi, korban memukul wajah adik pelaku dengan tangan kosong. Pelaku langsung tidak terima dengan perbuatan korban.
Saat itu juga, pelaku mengambil celurit yang dipinjam dari temannya. Ia lantas membacokkan celurit itu ke arah korban berulang kali. Bacokan itu mengenai kepala kiri, punggung dan tangan korban.
Seketika, korban tersungkur di lokasi kejadian. Warga setempat yang mengetahui kejadian itu, langsung melapor ke petugas kepolisian.
Tak lama kemudian, Buser Unit Timur Polesta dan Jatanras Polda Jatim tiba di lokasi kejadian. Warga dengan dibantu petugas lantas melarikan korban ke RSUD Grati untuk mendapat perawatan medis.
Namun, luka yang dialami korban cukup parah. Karena itu, korban lantas dirujuk ke RSUD Bangil. Ia mengalami luka robek di belakang telinga kiri, pipi kiri, punggung kiri, telinga kiri, lima jari kanan dan lima jari kiri.
Sementara itu, pelaku langsung diamankan ke Mapolresta Pasuruan. Dia diamankan petugas di lokasi kejadian, sesaat setelah bacokan itu terjadi.
Kades Sumberdawesari, Purwo Eko membenarkan peristiwa pembacokan yang melibatkan salah satu warganya. Namun, ia tidak bersedia menjelaskan peristiwa ini secara detail. Ia mengaku masih mencari solusi untuk peristiwa ini.
“Betul. Cuma jangan tanya kronologinya dulu ke saya. Saya masih sibuk ini, menangani keluarganya. Nanti aja kalau sudah selesai,”ungkapnya.
Jawa Pos Radar Bromo juga meminta keterangan dari pihak kepolisian. Kanit pidum Satreskrim Polresta Pasuruan, Ipda Hajir Sujalmo menegaskan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. “Kami masih dalam penyelidikan kasus ini,” tuturnya. (riz/hn) Editor : Jawanto Arifin