Sisa target sebesar Rp 97,5 juta akan dipenuhi sampai akhir tahun 2019. Alasannya, sulit mendapat retribusi dalam jumlah besar selama enam bulan ke depan. Sebab, tidak ada lagi momen besar. Seperti libur Lebaran.
Agung Maryono, kepala Disparbud Kabupaten Pasuruan menjelaskan, PAD retribusi wisata yang dikelola Pemkab Pasuruan bersumber dari tiga destinasi. Yaitu, Pemandian Alam Banyubiru, Danau Ranu Grati, dan Tosari.
“Sampai semester pertama, PAD sudah mencapai Rp 702,499 juta atau 87 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 800 juta,” terangnya.
Menurutnya, realisasi semester pertama ini cukup bagus. Sehingga, selama setengah tahun ke depan, target PAD hanya kurang Rp 97,5 juta.
Meski hanya kurang sedikit, Agung mengatakan, belum ada rencana menaikkan target dalam P-APBD 2019. “Sudah kami evaluasi dan rencananya target PAD dari retribusi wisata tidak akan dinaikkan dalam Perubahan APBD,” terangnya.
Pertimbangannya, meningkatnya penerimaan wisata banyak didongkrak saat libur Lebaran lalu. Terutama Pemandian Alam Banyubiru yang bisa mencapai retribusi Rp 333,5 juta pada bulan Juni saja. Tingginya penerimaan retribusi di Banyubiru juga lantaran tiket dinaikkan menjadi Rp 15 ribu dari sebelumnya Rp 5 ribu.
Tanpa momen seperti libur Lebaran, Agung memprediksi sulit mendapat masukan sebesar itu. “Mungkin sulit mendapat penerimaan besar dalam bulan-bulan berikutnya. Sebab, memang tidak ada event seperti Lebaran,” terangnya.
Karena itu, Disparbud Kabupaten Pasuruan memilih untuk mengevaluasi saja. Sementara menaikkan target baru dilakukan pada 2020. (eka/fun) Editor : Jawanto Arifin