Gradasi warna air laut itu juga sempat diabadikan sejumlah petugas Polairud ketika melakukan patroli rutin. Dari pantauan, perbedaan warna air laut tampak jelas. Air keruh berwarna putih seolah memisahkan dari air jernis berwarna kehijauan.
Kasubnit Gakkum Polairud Polres Pasuruan, Aipda Laswanto mengaku, fenomena halocline itu diketahui terjadi di perairan Pasuruan. Mulai dari perairan Lekok hingga batas Porong Sidoarjo.
Fenomena halocline biasanya terjadi tak jauh dari bibir pantai. Jaraknya sekitar 2 mil. “Jadi halocline itu kalau kita lihat dari kejauan memanjang. Bisa mencapai 15 mil. Jadi memang seolah-olah laut itu membelah,” kata Wanto.
Meski begitu, Wanto menyebut fenomena tersebut telah biasa terjadi di perairan. Namun tak semua nelayan mengetahui adanya fenomena tersebut. karena itu, Polairud juga mengimbau kepada nelayan agar tak perlu khawatir dengan adanya fenomena tersebut. “Tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena fenomena biasa,” katanya.
Sementara, Ketua Rukun Nelayan Pasuruan, Gatot Harnowo mengaku nelayan di wilayah Pasuruan belum banyak yang mengetahui fenomena tersebut. Bahkan dia menyebut, fenomena semacam itu jarang ditemui sebelumnya.
Akan tetapi, nelayan biasanya enggan mencari ikan di area perairan yang mengalami gradasi. Sebab, dipastikan tak banyak ikan yang bertengger dibawah air laut yang keruh. “Kalau fenomena itu memang jarang melihat. Tapi kami tentu tidak ada yang mencari ikan disana. Kuatir ndak dapat,” katanya. (tom/fun) Editor : Jawanto Arifin