Hal tersebut diungkapkan Indah Yudiani, Kepala cabang Dinas Pendidikan menengah Wilayah Kota/KabupatenPasuruan. Indah mengatakan bahwa untuk kelulusan siswa kelas 12 SMA dan SMK ditentukan oleh penilaian sekolah. Dan siswa yang mengikuti rangkaian ujian mulai dari ujian sekolah sampai ujian nasional dipastikan lulus 100 persen.
“Jadi nilai Ujian Nasional memang bukan satu-satunya penentu kelulusan. Ada penilaian sikap sehari-hari, Nilai rapot, nilai ujian termasuk kehadiran. Dan dari penilaian tersebut ditentukan oleh sekolah,” terangnya.
Indah mengatakan bahwa untuk pengumuman kelulusan tahun 2019 ini diumumkan serentak se- Jawa Timur mulai pukul 12.00. Pemilihan waktu siang hari saat bulan Ramadan ini agar siswa bisa menahan diri agar tidak melakukan hura-hura baik lewat konvoi sampai corat-coret seragam.
Secara teknis, pengumuman kelulusan memang diserahkan kepada sekolah. Seperti yang sudah memiliki website bisa mengumumkan secara online, mengundang orang tua ataupun diumumkan langsung ke rumah siswa. Namun untuk kelulusan tahun ini dikatakan mencapai 100 persen.
Indah mennyebutkan bahwa memang ada siswa yang sakit dan harus mengulang tahun depan termasuk sudah mengundurkan diri sebelum Ujian Nasional lalu. Untuk siswa tersebut, dikatakan tidak sampai menuntaskan kegiatan belajar karena mengundurkan diri.
“Untuk yang sakit ada 1 anak karena TBC, karena kemarin sudah tidak bisa mengikuti rangkaian ujian sehingga mengulang tahun depan. Untuk yang drop out ada berbagai alasan, seperti meninggal, menikah dan alasan lainnya,” terangnya.
Dari catatan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Cabang Dinas Wilayah Pasuruan ada 11 siswa yang mengundurkan diri. (eka/fun) Editor : Jawanto Arifin