------------
Pembangunan infrastruktur di Desa Penataan sendiri sejatinya sudah merata di semua dusun. Faktor inilah yang membuat desa memiliki program prioritas pembangunan, yang bertujuan mengembangkan perekonomian mandiri.
Akhmad Isnaeni, kades Penataan mengatakan, pembangunan gedung BUMDes dan kolam ikan merupakan bagian ikhtiar dalam mewujudkan ekonomi masyakat yang lebih mandiri dan sejahtera. Selain itu, pembangunan ini juga menyesuaikan dengan potensi yang ada yakni budi daya ikan.
“Warga di sini banyak yang budi daya ikan seperti lele, nila, mujaer, gurami, dan ikan hias seperti koi,” beber Akhmad Isnaeni.
Karena memang sangat cocok dengan kondisi lingkungan desa, ketersediaan air yang melimpah menjadi nilai plus pemanfaatan budi daya ikan. Agar potensi yang ada semakin lebih maju, maka harus dikelola dengan baik. Karena itulah desa menyiapkan dukungan infrastruktur untuk terus memberi perhatian agar bisa berjalan optimal.
Misalnya pembangunan kolam ikan di Dusun Tuyowono. Kolam ikan ini dibangun di atas tanah kas desa seluas kurang lebih 6.000 meter persegi. Total sekitar ada 18 kolam yang dibangun. Bangunan yang ada sangat kuat karena dibangun dengan permanen dan dikelilingi pagar tembok. Ukuran kolam yang dibangun juga bervariasi di antaranya 4x6, 5x7,2x3. Nantinya kolam dimanfaatkan untuk budi daya ikan nila dan lele serta juga ada ikan hias yang akan dikembangkan seperti koi.
“Tapi, untuk sementara yang lebih potensi adalah ikan lele karena hasil panennya cepat sekitar 2,5-3 bulan sudah panen sehingga perputaran uangnya lebih stabil. Kolam ini tidak hanya untuk pembesaran ikan. Tetapi akan dibarengi pembenihan ikan. Sehingga, unit usaha yang akan dijalankan tidak hanya menjual ikan konsumsi, tapi juga menjual benih ikan,” terangnya.
Kelola BUMDes secara Profesional
Gairah ekonomi di Desa Penataan lambat tahun terus meningkat dan berkembang semakin maju. Seiring keberadaan BUMDes dalam mengembangkan sayap kantong-kantong perekonomian melalui beberapa unit usaha yang dikelola secara profesional. Sehingga, hasilnya akan menjadi tiang utama penyangga roda perekonomian yang mampu menyumbang perolehan PAD dan juga menyerap tenaga kerja lokal.
Kepala Desa Penataan Akhmad Isnaeni mengatakan, BUMDes Penataan mempunyai slogan yakni Sehat, Sejahtera, dan Maslahat. Sebagai penyemangat untuk terus bekerja melayani masryakat secara optimal dan profesional. Keberadaan BUMDes akan menjadi kunci sebagai pintu pertama untuk mengembangkan dan meningkatkan perekonomian warga.
Ada beberapa unit usaha yang sudah diakomodasi oleh BUMDes. Di antaranya agen penyalur bantuan pangan non tunai, budi daya ikan air tawar seperti lele, nila, bawal, gurami, dan ikan hias koi. Namun, sementara ini yang sudah berjalan ikan lele dan nila. Unit usaha pengelolahan daur ulang sampah rumah tangga, unit pengelolaan kios desa, unit usaha toko kebutuhan pertanian, dan unit usaha koperasi simpan pinjam.
“Total usaha yang dikelola sekitar 6 unit. Alhamdulillah sudah mulai berjalan dan secara bertahap ke depannya akan kami optimalkan lagi,” terangnya
Peningkatan skill tenaga pengelola juga ditingkatkan lebih baik dengan adanya beberapa pelatihan yang telah diselenggarakan, di antaranya pelatihan manajemen BUMDes, pelatihan budi daya ikan tawar. Selain itu, sebagai tindak lanjut pelatihan agar menambah wawasan ilmu baru, maka juga pihaknya juga memfasilitasi pengurus bersama perangkat desa untuk melakukan kajian studi banding ke Jawa Tengah, semisal ke KPI Sleman, yang dikenal sebagi desa budi daya ikan nila yang mampu memproduksi ikan nila. (ed/fun)
Tentang Desa Penataan, Kecamatan Winongan
Jumlah Penduduk: 2.048 Jiwa
Luas Wilayah: 123,568 Hektare
Jumlah RT/RW: 12/6
Jumlah Dusun: 5; Penataan, Werakas, Tuyowono, Putat, Brintik Kidul.
Potensi Desa:
Pertanian: Padi
Peternakan: Bebek
Perikanan: Lele, Nila, Mujaer, Bawal, Gurami, Ikan Hias Koi,
UKM: Mebel, Tas Rajut, Kerupuk, Anyaman Bambu, Pandai Besi
BUMDes: 6 unit usaha Editor : Jawanto Arifin