Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pavingisasi-Lebarkan Jalan, Upaya Desa Kedungrejo Tingkatkan Perekonomian

Jawanto Arifin • Selasa, 27 November 2018 | 20:30 WIB
Photo
Photo
Infrastruktur jalan menjadi urat nadi bagi suatu daerah untuk kelancaran segala aktivitas masyarakat. Tak terkecuali di desa. Infrastruktur adalah hal penting untuk peningkatan perekonomian masyarakat. Hal inilah yang membuat Pemdes Kedungrejo, melengkapi infrastrukturnya.

----------------

Pemdes menyadari, untuk melengkapi infrastruktur titik demi titik, memang tidak bisa langsung. Titik yang mendesak, didahulukan. Pembangunannya menyesuaikan kebutuhan di masing-masing dusun secara merata.

Rokhmat A, kades Kedungrejo mengatakan, untuk mendukung dan membantu kelancaran perekonomian warga harus ditunjang dengan beberapa infrastruktur yang memadai. Nah, yang dibutuhkan adalah akses jalan yang baik. Oleh karena itu, di tahun 2018 fokus pembangunan yakni melengkapi sejumlah jalan dengan cara dibangun pavingisasi guna mendukung kenyamanan akses transportasi warga sekitar.

Sementara ini, yang telah dibangun pada tahap satu dan dua dari dana desa ada di beberapa lokasi yang tersebar di di beberapa dusun. Misal di Krajan III, IV, dan V.

“Dahulu kondisi jalan masih berupa tanah, sehingga warga kesulitan jika hendak melewatinya. Apalagi jika masuk musim hujan, maka jalan sudah tak bisa lagi dilewati karena becek dan berlumpur. Hal ini yang menjadi kendala utama sehingga menghambat segala aktivitas warga terutama saat hujan tiba. Otomatis perekonomian warga terganggu,”ujarnya

Selain dipaving, jalan yang ada juga diperlebar agar kendaraan, utamanya mobil yang sering dipakai aktivitas warga saat hendak berdagang bisa memasuk ke gang permukiman. “Selain mobil juga memang keseharian warga sini kan banyak yang berdagang di luar desa. Sehingga, sepulang dari berdagang mereka pasti membawa pulang rumput untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak. Oleh sebab itu, jalan sempit harus dilebarkan.

“Kasian mereka jika lewat jalan masuk ke gang kalau sempit bisa kesulitan. Sekarang jalan sudah nyaman karena kondisinya lebih lebar. Sebelumnya, jalan hanya bisa dimasuki oleh sepeda saja. Setelah dipaving dan dilebarkan, maka kendaraan seperti pikap atau mobil pribadi bisa memasuki gang. Lebar yang lama hanya satu meter, setelah dibangun kini menjadi 2-2,5 meter,” terang Rokhmat.

Tak hanya jalan yang dipaving. Plengsengan juga dibangun agar jalan awet. Bangunan plengsengan berupa tembok penahan tanah (TPT) pun dibangun di Dusun Krajan V dan Dusun Krajan III.

“Dulu masih berupa tanah, sehingga ketika hujan otomatis airnya menggenangi jalan. Untuk mencegahnya, maka dibangun plengsengan TPT,” ujar Kades yang akrab disapa Pak Mugi itu.

Ia pun berharap agar infrastruktur yang telah dibangun sebisa mungkin bisa dijaga dengan baik oleh masyarakat sekitar. Sehingga, keberadaaan bangunan yang ada akan terasa lebih awet. “Imbauan ini kami ingatkan setiap ada pertemuan warga, semisal musrembangdes. Kesadaran warga juga tinggi,” pungkasnya.

 

Komoditas Jeruk Siam Jadi Incaran

Sebagian besar masyarakat di Kedungrejo adalah petani. Mereka umumnya menanam padi dan palawija. Belakangan, sektor perkebunan di desa ini juga banyak dikembangkan. Adapun tanaman perkebunan yang menjadi pilihan di antaranya sengon, mangga, juwet, dan jeruk siam.

Photo
Photo
POTENSI LOKAL: Gufron, perangkat desa saat menunjukkan buah jeruk siam yang dikembangkan oleh petani sekitar. (Edwan Abdi Wiratama/Jawa Pos Radar Bromo)

Nah, nama tanaman yang terakhir disebut kini banyak ditanam warga, tepatnya sejak tahun 2010 silam. Sejak ditanam, jeruk siam dinilai sangat cocok dengan kondisi tanah yang ada. Selain itu, juga perawatannya terbilang cukup mudah karena hanya dengan memberi pupuk dan membersihkan kotoran ranting daun kering, buah jeruk siam bisa lebat.

Kini keberadaan petani jeruk siam semakin banyak. Sedikitnya sekitar 10 hektare yang telah ditanam buah jeruk. “Paling banyak berada di Dusun Krajan III karena memang sangat cocok lahannya,” ujar Rokhmat A, kades Kedungrejo.

Hasil jeruk siam dijual ke pasar terdekat. Di samping itu, juga banyak dilirik konsumen luar desa. Sehingga, saat musim panen tiba, banyak konsumen yang langsung beli ke petani sekitar.

“Jeruk siam Kedungrejo dikenal karena rasanya sangat manis. Buahnya yang berwarna kuning memiliki ukuran besar. Inilah yang menjadi daya tarik bagi konsumen,” terangnya.

Agar potensi yang ada benar-benar benilai dan bisa menjadi tambahan warga sekitar, maka peran petani tidak bisa sendirian. Oleh karena itu, ia berharap ada sentuhan bantuan dari pemerintah daerah untuk memberikan pelatihan peningkatan keahlian petani sekitar untuk bisa mengembangkan potensi yang ada. (ed/fun)

Desa Kedungrejo, Kecamatan Winongan
Jumlah Penduduk: 2970 Jiwa
Luas Wilayah: 298,481 Hektare
Jumlah RT/RW: 20 / 7
Jumlah Dusun: 7; Krajan I, Krajan II, Krajan III, Krajan IV, Krajan V, Grubyuk, Sumber Telor

Potensi Desa:
Pertanian: Padi, Jagung, Tembakau, Kunir, Jahe
Perkebunan: Jeruk Siam, Sengon, Mangga, Juwet
Peternakan: Sapi dan Kambing
UKM: Keranjang Bambu Editor : Jawanto Arifin
#desa kedungrejo #kecamatan winongan