Didik Edi Suwito, Kepala UPT Disnaker Latihan Kerja Daerah (LKD) Kabupaten Pasuruan mengatakan bahwa pelatihan keterampilan di BLK Rejoso lebih banyak dikhususkan bagi lulusan SMA dan SMK di Kabupaten Pasuruan. Sehingga dari pelatihan di BLK, peserta pelatihan mempunyai keterampilan lebih sehingga bisa bekerja secara mandiri.
“Tahun ini kami laksanakan hingga 3 gelombang, dimana setiap gelombang peserta wajib menempuh pelatihan hingga 280 jam,” jelasnya.
Kendati memiliki 11 jurusan, setiap gelombang memang tidak semuanya terselenggara. Ini lantaran terkait banyaknya peserta yang mendaftar juga jurusan apa saja yang paling banyak diminati.
Misalnya saat gelombang terakhir pada Oktober lalu. Ada 5 jurusan yang diselenggarakan mulai operator garmen, operator bordir, prosesing hasil pertanian, basic office dan mekanik junior sepeda motor. Total ada 80 peserta, dimana masing-masing jurusan ada 16 peserta.
Sedangkan di gelombang pertama, total juga ada 80 peserta dari 5 jurusan dan gelombang kedua ada 96 peserta dari 6 jurusan yang terselenggara. Sehingga total sepanjang tahun 2018, BLK sudah meluluskan sebanyak 256 peserta.
Didik memastikan peserta yang sudah lulus pelatihan dipastikan sudah siap untuk terjun di dunia industri. “Selain siap kerja juga kami harapkan mereka mampu mandiri dengan membuka lapangan usaha sendiri,” pungkasnya. (eka/fun) Editor : Jawanto Arifin