PLN sendiri, menurut Manajer Area PT PLN (Persero) Pasuruan Agus Setiono, secara bergilir rutin melakukan pemeliharaan setiap minggu. Lalu, sejak beberapa bulan terakhir, PLN mengecek jaringan listrik secara rutin di lapangan. Salah satunya mengecek ranting-ranting pohon yang rawan mengenai kabel listrik.
“Selain ada petugas yang standby 24 jam, kami juga rutin operasi melalui program olahraga pagi. Bentuknya, petugas rutin keliling mulai subuh sampai pukul 09.00 untuk memantau ranting-ranting pohon di pinggir jalan,” jelasnya.
Sebab, seringkali ranting yang patah menimbulkan gangguan listrik. Harapannya, tidak hanya petugas yang memantau. Masyarakat yang melihat ada ranting berpotensi mengganggu kabel listrik, bisa melapor ke PLN terdekat.
Selain itu, PLN juga rutin mengecek penyulang-penyulang listrik yang ada. Ini, dilakukan di luar pemeliharaan total 2 bulan sekali.
Dari sekian banyak penyulang yang ada, menurut Agus, ada penyulang yang kronis. Jumlahnya sekitar 2 persen. Yaitu, penyulang yang mengalami lebih dari 10 kali gangguan mati listrik dalam satu triwulan.
“Ada penyulang yang dinyatakan kronis. Yaitu, penyulang yang sering mati listrik dengan beragam gangguan. Mulai disebab angin, kabel ditabrak kendaraan, ranting patah, dan lain sebagainya,” jelasnya.
Pada penyulang kronis ini, sebelum musim hujan, PLN melakukan perbaikan dan pemeliharaan. Biasanya, saat pemeliharaan dilakukan pemadaman bergilir.
Kendati begitu, Agus mengatakan, permasalahan listrik masih ada kemungkinan terjadi saat hujan. “Biasanya faktor eksternal penyebabnya. Seperti kena ranting, layangan putus, kabel tersangkut truk, atau angin tinggi,” jelasnya.
Dia pun berharap masyarakat yang melihat potensi ranting patah terkena kabel, bisa aktif melapor. Sehingga, gangguan listrik padam bisa diminimalisir saat musim hujan. (eka/fun) Editor : Jawanto Arifin