Hasil razia itupun cukup mengejutkan. Pasalnya, salah satu dari PSK yang berhasil diamankan, mengenakan hijab. Kontan saja razia itu cukup membuat petugas gedek-gedek kepala. Namun belum diketahui, apakah wanita berhijab itu statusnya PSK atau bukan.
Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, razia itu dilakukan sekitar pukul 13.00. Mulanya, petugas mendapat informasi bahwa praktik prostitusi di wilayah Timur, kembali menggeliat. "Laporan itu kami tindaklanjuti dengan razia," terang Ajar Dollar, Kasi Ops Satpol PP Kabupaten Pasuruan.
Sebagai titik pertama, lokasi yang disisir adalah Karanganyar. Untuk mengantisipasi terjadinya kebocoran informasi, petugas mendatangi lokasi itu dengan memakai motor trail. Ini belajar dari pengalaman sebelumnya, dimana PSK sangat mudah kabur, saat petugas datang dengan mobil.
Ketika sampai di Karanganyar, kedatangan Satpol PP sejatinya juga sempat diketahui. Alhasil, ada sebagian PSK yang kabur. Namun, ada tujuh wanita yang berhasil dijaring. Nah, salah satunya wanita berhijab.
Wanita itu hanya membisu saaat ditanya. Bahkan memakai kacamata seraya menutup mulutnya dengan hijabnya, saat petugas memintanya untuk naik bersama keenam wanita lainnya. Di Karanganyar, petugas mengamankan 7 wanita yang diduga sebagai PSK.
Setelah Karanganyar, razia bergeser ke sebuah rumah kost yang ada di tepi jalan raya Grati. Namun disana, petugas tak berhasil menemukan PSK. pun begitu ketika razia bergeser ke Gejugjati, Lekok. Disana juga nihil.
Menurut Ajar Dolar, razia memang sengaja digelar untuk meminimalisir prostitusi. "Disamping itu untuk mencegah terjadinya penyebaran HIV-AIDS, dimana acapkali PSK yang terjaring, beberapa kali ada yang terjangkit penyakit ini. Seluruh PSK yang terjaring kami amankan ke mako di Raci," pungkas Ajar Dollar. (ube/fun) Editor : Fandi Armanto