Akibatnya pula, kuota untuk 600 nelayan Pasuruan dan sekitarnya, dialihkan untuk daerah lain. Yaitu, nelayan Pasuruan, Probolinggo, Malang, dan Tulungagung.
Hal tersebut diungkapkan Alamsyah Supriadi, kabid Kenelayanan di Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, pelatihan SKK untuk melaut sejatinya baru ada tahun ini.
Pelatihan ini merupakan semacam SIM untuk melaut bagi nelayan. Harapannya, melalui pelatihan ini, nelayan memiliki keterampilan dasar melaut. Mulai keselamatan kerja, bahkan bisa menjadi Anak Buah Kapal (ABK) besar.
“Tapi, ternyata setelah kami sosialisasikan, sangat sedikit yang tertarik. Sampai September kemarin hanya 15 nelayan saja yang tertarik ikut,” jelasnya.
Karena minim, Kementerian Perhubungan yang menggelar pelatihan gratis ini memutuskan untuk membatalkan pelatihan. Sejatinya sayang sekali, sebab nelayan melewatkan kesempatan mendapat pelatihan SKK gratis dari pusat.
“Memang, kendala juga banyak. Salah satunya nelayan enggan ikut karena waktu yang cukup lama untuk pelatihan. Yaitu seminggu. Mereka kepikiran tidak bisa membiayai keluarga kalau tidak melaut,” jelasnya.
Harapannya, tahun depan Kabupaten Pasuruan mendapat kuota lagi untuk pelatihan SKK ini. Dan ke depan, nelayan lebih siap untuk ikut pelatihan. Sehingga, mereka lebih terampil melaut di lautan lepas. (eka/fun) Editor : Jawanto Arifin