Setelah pelaksanaan POR KONI, setidaknya sudah ada para pemenang dari 13 cabang olahraga yang sudah ditentukan. Disamping itu, KONI juga sudah mendata nominasi-nominasi atlet yang dianggap potensial.
“Atlet potensial inilah yang bisa diikutkan Puslatda. Mereka akan diseleksi kembali, sebelum nantinya terpilih apakah benar-benar layak untuk dikirim ke Porprov untuk membawa nama Kabupaten Pasuruan,” beber Mulyadi, ketua KONI Kabupaten Pasuruan.
KONI sendiri merasa puas dengan pelaksanaan POR KONI lalu. Banyak bibit atlet yang muncul dan semuanya mengerahkan semua kemampuannya saat bertanding. Dari POR KONI itulah, setidaknya sudah ada atlet-atlet, khususnya yang meraih juara dan masuk sebagai nominasi, untuk ikut puslatda.
KONI Sendiri sejatinya sudah memiliki program puslatda, yang memang diproyeksikkan untuk Porprov 2019. “Dengan adanya para pemenang di POR KONI lalu, maka atlet puslatda akan bertambah,” beber Mulyadi.
Di POR KONI lalu, ada ribuan atlet-atlet muda Kabupaten Pasuruan yang unjuk kebolehan. Mereka bertarung untuk menyabet sebanyak-banyanya medali. Ada 13 cabor yang dipertandingkan dalam POR tersebut. Mulai dari atletik, bola voli, basket, renang dan beberapa kejuaraan lainnya.
Pada Porprov 2015 di Banyuwangi, Kabupaten Pasuruan baru mampu menempati peringkat 8 se Jatim. KONI berharap, peringkat itu bisa naik di Gresik-Lamongan nanti. Paling tidak, Kabupaten Pasuruan bisa menempati 7 terbaik Jatim. (one/fun) Editor : Jawanto Arifin