Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sejenak dengan Nanik Asnawati, Istri Wabup Pasuruan KH. Mujib Imron

Jawanto Arifin • Kamis, 27 September 2018 | 19:00 WIB
Photo
Photo
Nanik Asnawati akan menjalani aktivitas barunya dalam lima tahun ke depan. Istri Wakil Bupati Pasuruan KH Mujib Imron itu berkomitmen, akan menjalankan peran ganda sebagai pengajar di Ponpes Al-Yasini dan istri wakil bupati.

ERRI KARTIKA, Kraton

Wajah Nanik Asnawati tampak semringah saat memasuki gedung Grahadi Surabaya, Senin (24/9) lalu. Memakai busana PKK Jawa Timur berwarna biru dengan motif kebaya, Nanik terlihat sangat anggun. Ia berjalan beriringan bersama Lulis Irsyad Yusuf, mendampingi suaminya yang akan dilantik sebagai bupati dan wakil bupati.

Photo
Photo
BERSAMA KELUARGA: Nanik Asnawati dengan suami dan anak-anaknya. (Dok. Pribadi)

Nanik Asnawati memang termasuk wajah baru di lingkungan Pemkab Pasuruan. Namun, di lingkungan pondok pesantren, khususnya di Ponpes Al Yasini yang ada di Desa Ngabar, Kecamatan Kraton, Nanik merupakan ibu nyai yang disegani. Perempuan 43 tahun ini sudah 20 tahun ini mendampingi Gus Mujib, suaminya dan menjadi pengajar Ponpes Al Yasini.

Kepada Jawa Pos Radar Bromo, Nanik mengatakan, sejak kecil dirinya memang menempuh pendidikan di pesantren. Setelah lulus SD dan MI, Nanik mendalami ilmu agama di Ponpes Al Hikmah, Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah. “Mulai dari SMP sampai SMA, sampai akhirnya lulus dan melanjutkan ke strata satu IAIN Sunan Kalijogo, Jogjakarta atau sekarang UIN Jogjakarta,” ujarnya.

Ibu lima anak ini lantas menceritakan perkenalannya dengan KH. Mujib Imron. Sang suami yang akrab disapa Gus Mujib itu pernah belajar di Ponpes Bahrul Ulum di Tambak Beras, Jombang, tempat dimana Nanik tumbuh besar. Ponpes Bahrul Ulum merupakan pondok keluarga besarnya.

Nanik mengakui, pernikahan memang atas perjodohan keluarga. Saat itu Nanik yang berusia 23 tahun, belum lulus dari Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijogo. Begitu lulus, Nanik pun langsung diboyong ke Al Yasini, yang awalnya masih di Areng-areng, Wonorejo. “Saat itu Gus Mujib sudah menjadi salah satu pengasuh pondok. Dan, di usianya yang ke 32 tahun, beliau sudah menjadi Ketua PC NU Kabupaten Pasuruan,” jelasnya.

Sesuai kapasitasnya sebagai sarjana agama, sejak awal tahun 1998, Nanik pun aktif mengajar di Ponpes Al Yasini. Nanik mengajar dari kelas Tsanawiyah dan juga aktif di kegiatan Fatayat NU. Termasuk sejak tahun 2014 sampai sekarang, Nanik pun masih menjadi Ketua Fatayat NU Kabupaetn Pasuruan. Saat ini selain kesibukannya sebagai pengajar di Tsanawiyah, ia juga mengajar di pondok putri Al Yasini, juga di madrasah diniyah.

Karirnya di dunia pendidikan, otomatis bertambah ketika sang suami memutuskan menerima pinangan Irsyad yusuf sebagai calon wakil bupati. Proses menuju kursi orang nomor 2 di kabupaten berjalan mulus, setelah pasangan ini menjadi satu-satunya calon. Keputusan Gus Mujib untuk maju sebagai wabup, juga tak lepas dari dukungan Nanik.

“Saya sangat mendukung keputusan suami menjadi wakil bupati. Salah satu bentuk dukungan pada suami, yakni aktif dalam kegiatan PKK di Kabupaten Pasuruan,” ungkapnya. Meski bakal lebih sibuk dari biasanya, Nanik menegaskan tak akan meninggalkan tanggung jawabnya sebagai pengajar.

Bungsu dari 7 bersaudara ini mengatakan, kegiatannya mengajar hanya dilakukan pagi. Untuk mengajar pondok putri, biasanya dilakukan setelah salat Subuh berjamaah. Sedangkan kegiatan mengajar di Tsanawiyah dari pukul 07.00 sampai 10.00.

“Waktunya menyesuaikan saja. Bisa setelah saya ngajar atau kalau kebetulan acaranya bersamaan dengan jam mengajar, maka jadwal mengajar diganti lain waktu,” ungkapnya. Sementara untuk mengajar madin, biasanya dilakukan sekali seminggu. Yakni, saat akhir pekan. Sehingga, dipastikan kegiatan mengajar tetap bisa selaras dengan kegiatan mendampingi suaminya sebagai wabup.

Apakah akan boyongan ke rumah dinas? Nanik mengaku belum memutuskan. Ia masih akan melihat situasi dan kondisi. Namun, yang pasti rumah dinas tetap akan digunakan untuk menerima tamu. “Saya belum memikirkan soal kepindahan. Apalagi masih baru 2 hari dilantik,” jelasnya. (fun) Editor : Jawanto Arifin
#istri wabup pasuruan #wabup pasuruan