Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pelantikan Bupati-Wabup Pasuruan-Probolinggo Diundur, Ini Alasannya

Jawanto Arifin • Kamis, 13 September 2018 | 18:00 WIB
Photo
Photo
KRAKSAAN - Rencana pelantikan Bupati Probolinggo dan Pasuruan terpilih diundur. Jika sebelumnya dijadwalkan tanggal 20 September, mundur ke tanggal 24 September. Salah satu alasan mundurnya jadwal pelantikan ini, salah satunya karena menyesuaikan dengan masa bakti bupati Jombang yang habis pada tanggal tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Biro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Pemprov Jatim Benny Sampirwanto. “Sesuai dengan surat kawat Mendagri, pelantikannya digelar 24 September. Salah satu alasannya, menunggu masa bakti Bupati Jombang yang berakhir di tanggal tersebut,” terangnya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Dihubungi melalui ponselnya, Benny –sapaan akrabnya – mengatakan, Surat Edaran (SE) Mendagri nomor T.131/7011/OTDA tertanggal 3 September 2018 itu turun beberapa waktu lalu. Setelah itu, pihaknya meneruskan SE tersebut pada seluruh daerah yang pelantikannya masuk tahap pertama.

“Sudah kami sampaikan pasca mendapat SE,” katanya. Menurut Benny, tidak ada hal yang patut dirisaukan atas mundurnya jadwal pelantikan. Rencananya, pelantikan Puput Tantriana Sari dan Timbul Prihanjoko sebagai bupati dan wakil bupati Probolinggo, serta Irsyad Yusuf dan KH. Mujib Imron sebagai bupati dan wakil bupati Pasuruan, akan dilakukan Gubernur Soekarwo di gedung Grahadi.

Sementara itu, Kabag Administrasi Pemerintahan Kabupaten Probolinggo Sjaiful Efendi mengatakan, mundurnya jadwal pelantikan sudah ia terima saat rapat bersama Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim. “Kami posisinya juga masih menunggu kepastian dari Gubernur,” ujarnya.

Kabag Humas dan Protokol Bambang Julius mengatakan, rencana pelantikan Bupati Probolinggo yang diundur, tentunya juga mengubah jadwal rencana serah terima jabatan (sertijab). Direncanakan, sertijab digelar di Pendapa Bupati Probolinggo tanggal 27 September nanti.

Sambil menunggu kepastian penetapan pelantikan dan sertijab, persiapan acara telah dilakukan. “Nantinya direncanakan akan mengundang sekitar 5 ribu undangan. Sekarang sudah mulai survei tempat,” katanya.

Kepastian mundurnya jadwal juga dibenarkan Agus Sutiadji, sekda Kabupaten Pasuruan. Pelantikan memang ditunda, namun terkait lokasi tetap dilaksanakan di Grahadi, Surabaya. “Benar, di rapat koordinasi terakhir memang diinformasikan ditunda. Untuk Kabupaten Pasuruan pada 24 September mendatang,” jelasnya.

Pelantikan tahap pertama ini, untuk melantik bupati dan wali kota yang masa jabatannya kepala daerah sebelumnya sudah habis. Termasuk di Kabupaten Pasuruan yang sudah habis sejak 9 Juli 2018 lalu.

Agus –sapaan akrabnya – mengatakan, dalam pelantikan mendatang akan dibagi 2 gelombang. Yakni, pagi dan siang. Namun, kepastian jadwal pelantikan apakah masuk gelombang pagi atau siang, pihaknya masih menunggu undangan resmi dari pemprov. Setelah pelantikan, pemkab akan mengadakan syukuran sederhana untuk menyambut Bupati Pasuruan terpilih setelah dilantik. (mas/eka/rf/mie) Editor : Jawanto Arifin
#pemkab probolinggo #bupati pasuruan #bupati probolinggo #pelantikan bupati #pilkada serentak 2019 #pemkab pasuruan