Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, pembangunan jalan penghubung Rembang dengan Oro-oro Ombo Wetan itu, masuk tahap pemerataan lahan. Pengerukan jalan dilakukan oleh pihak pelaksana, PT Total Bangun Multi Sarana untuk penanganan aspal yang rusak.
Pengerukan itu diberlakukan sebelum tahap pengecoran direalisasikan. Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan Hari Aprianto menguraikan, proses pembangunan jalan Oro-oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang, sudah berjalan beberapa pekan terakhir. “Saat ini masih proses pemerataan tanah dengan cara pengerukan,” kata Hari, saat ditemui di Alun-alun Bangil, Jumat (17/8).
Hari menambahkan, pembangunan jalan setempat akan direalisasikan dengan cara pengecoran. Panjang jalan yang akan dibenahi, sekitar satu kilometer.
Pembangunan jalan setempat, merupakan kelanjutan dari pembangunan jalan Rembang-Oro-oro Ombo, yang dibangun sebelumnya. Di mana, Pemkab telah merealisasikan pembangunan jalan Rembang-Oro-oro Ombo Wetan, itu sepanjang kurang lebih 7 kilometer. Masih tersisa satu kilometer untuk menembus jalan Bangil-Sukorejo.
“Memang ada sisa yang belum dibangun. Sisa satu kilometer itulah, yang akan ditangani tahun ini,” sambungnya.
Pembangunan jalan setempat akan menelan dana hingga Rp 5,3 miliar. Anggarannya bersumber dari dana provinsi. Pelaksanaanya akan dilangsungkan selama empat bulan. “Targetnya, November sudah harus diselesaikan,” bebernya.
Diberitakan sebelumnya, kondisi tersebut memang tak nyaman. Hal ini seiring dengan kerusakan yang terjadi. Rusaknya jalan tersebut, sempat menuai protes. Bahkan, warga sempat menanami pisang sebagai bentuk desakan agar jalan setempat segera ditangani. (one/fun) Editor : Jawanto Arifin