FAHRIZAL FIRMANI, Pohjentrek
Sejumlah bocah tampak berenang di aliran sisi barat dam dengan menggunakan ban karet hitam. Mereka menyusuri sepanjang aliran secara perlahan, seraya bersenda gurau satu sama lain. Tampak sekali mereka begitu menikmati kesegaran aliran air di dam tersebut.
Pemandangan ini rutin terlihat setiap harinya di Dam Pleret. Saat hari libur tiba, dam setempat langsung berubah menjadi wisata keluarga. Ada yang berenang, duduk-duduk menikmati gemercik air, bahkan sekedar swafoto dengan smartphone.
Karena itulah, Karang Taruna setempat berencana untuk menjadikan Dam Pleret sebagai wisata air bagi warga Pasuruan. Wisata air ini nantinya bakal digabung dengan wisata edukasi untuk mengembangkan desa setempat.
Ketua Sub Karang Taruna Desa Pleret Heru Yulian mengungkapkan, rencana pengembangan wisata air dan edukasi sudah mulai dilakukan. Ia bersama anggota karang taruna sudah melakukan pengecatan ulang pada dam.
Ia menyebutkan, konsep wisata air ini berupa aliran di sisi selatan dam yang dijadikan tempat berenang bagi orang dewasa. Selain itu, di tempat ini bakal disediakan sepeda air bagi pengunjung yang ingin menikmati pemandangan.
Lalu, aliran di sisi utara dapat dimanfaatkan sebagai tempat pancing. Kebetulan, masyarakat dapat menemukan sejumlah ikan seperti nila maupun wader. Sementara, di sisi barat dam dapat dimanfaatkan tempat berenang bagi pengunjung yang tidak bisa berenang.
Untuk wisata edukasi, pengunjung dapat menikmati lahan persawahan, perkebunan, dan peternakan milik warga yang terletak di sisi barat dam. Agar menarik pengunjung, di dekat dam bakal tersedia warung dan tempat peristirahatan.
“Pengembangannya sudah mulai berjalan. Kami hanya tinggal pengadaan fasilitas yang diperlukan seperti sepeda air. Insya Allah dalam waktu dekat, kami akan meresmikannya,” kata Heru.
Pegawai Dinas Pengairan Provinsi Muhammad Toha menjelaskan, Dam Pleret dibangun pada 1904. Dam ini berfungsi bagi saluran irigasi Kota dan Kabupaten Pasuruan. Saat musim hujan, saluran sekunder ditutup untuk menghindari lahan pertanian terdampak.
“Ini, dibangun pada zaman penjajahan Belanda. Kalau Kota Pasuruan yang masih memanfaatkan irigasi dari sini adalah Kecamatan Gadingrejo,” jelasnya.
Salah seorang warga setempat, Ani mengaku pihaknya menyambut positif rencana dam setempat menjadi tempat wisata dan terbuka untuk umum. Sebab, hal ini bakal berdampak pada perekonomian warga setempat. “Kalau saya pasti mendukung. Perekonomian desa kami bisa ikut terangkat. Selain itu, warga tidak perlu jauh-jauh jika ingin rekreasi,” ungkapnya.
Komunitas Fotografi Pasuruan yakni Pasuruan Landscaper sempat mendatangi lokasi Dam Pleret. Mereka mengaku lokasi ini sangat mendukung bagi warga yang suka swafoto. Sementara bagi pecinta fotografi, dapat melakukan hunting foto saat matahari terbenam.
“Dipadukan dengan alam, lokasi ini sangat mendukung. Hanya saja, sejumlah fasilitas bagi pengunjung seperti tempat untuk melepaskan penat perlu disediakan,” terang Taufik Hidayat, anggota komunitas foto tersebut. (rf/mie) Editor : Jawanto Arifin