Informasi yang dihimpun, kebakaran itu terjadi sekitar pukul 08.30. Rumah yang ludes dilalap api itu adalah milik Paidi, 43. Pagi itu, Paidi sedang tidak ada di rumah. Ia merumput bersama warga lain hingga ke desa tetangga, Kedemungan.
Awalnya, istri Paidi yang bernama Suliha, 35 sedang memasak. Belum selesai menggoreng ikan, ia pergi ke rumah tetangganya yang baru saja melahirkan.
Saat rumah ditinggal dalam kondisi kosong itulah, api mulai terlihat. “Tiba-tiba terdengar suara ledakan dua kali. Tidak begitu keras suaranya. Kemudian, banyak orang berteriak,” ujar Suherman, warga sekitar.
“Saya saat itu sedang di rumah. Lau, dikasih tahu kakak saya ada kebakaran. Saya langsung lari dan berupaya ikut memadamkan api. Saat itu, api sudah membesar. Tidak banyak yang dilakukan warga karena kesulitan air. Kami memadamkan dengan air seadanya dan tanah,” imbuh Honadi, warga lainnya.
Untuk menghindari api merembet ke rumah tetangga, warga pun merobohkan rumah yang terbuat dari anyaman bambu dan triplek itu. Dengan menggunakan lonjoran bambu.
Api sendiri baru bisa dipadamkan sekitar pukul 10.00. Saat itu, rumah sudah ludes. Dua ekor sapi yang diikat di kandang ikut terpanggang. Motor Honda Megapro dan motor Yamaha Vega ikut hangus terbakar. (tom/mie) Editor : Jawanto Arifin