Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Banjir Pasuruan Dipicu Empat Sungai Meluap, Aktivitas Lumpuh

Fuad Alyzen • Kamis, 22 Januari 2026 | 07:59 WIB

 

Warga menerjang banjir di Dusun Kebrukan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.
Warga menerjang banjir di Dusun Kebrukan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

PASURUAN, Radar Bromo Hujan deras di wilayah hulu Pasuruan membuat debit air empat sungai kembali meninggi. Kemudian, meluap ke permukiman dan jalan raya Selasa (20/1) sore.

Banjir sempat melumpuhkan sejumlah jalan nasional dan daerah. Juga melumpuhkan aktivitas sejumlah sekolah serta wisata lokal.

Empat sungai yang meluap yaitu Sungai Petung di Kecamatan Bugul Kidul; Sungai Gembong di Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Lalu Sungai Rejoso dan Anak Sungai Rejoso yakni Sungai Curah di Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan.

Ketinggian banjir yang menggenangi permukiman dan jalan raya beragam. Antara 10 cm–1,5 meter. Hingga Rabu (21/1) pagi, banjir masih menggenang di tiga wilayah. Di Kecamatan Winongan, Grati, dan sebagian Kecamatan Rejoso.

Banjir ini termasuk awet karena kondisi laut sedang pasang. Jika hujan deras kembali turun, wilayah yang rutin kebanjiran diperkirakan akan kembali tergenang dan menambah kedalaman genangan. Terutama di permukiman.

Personel Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Pasuruan Anang Sururin menyampaikan, di Kota Pasuruan banjir terjadi karena luapan Sungai Gembong dan Petung. Penyebabnya, karena hujan turun dengan intensitas tinggi di hulu Sungai Gembong dan Petung.

“Juga diperparah dengan pendangkalan dan penyempitan sungai serta penyumbatan drainase jalan,” katanya.

Menurutnya, debit air di dua sungai itu naik sejak pukul 17.00, Selasa (20/1). Kemudian, sekitar pukul 20.33, air meluber ke permukiman hingga ke jalan raya nasional.

“Setelah air sungai meluap, banjir terus meninggi dan genangan semakin dalam. Puncak ketinggian air terjadi pukul 22.00,” katanya.

Air Sungai Gembong meluap ke permukiman di dua kelurahan yang ada di Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Yaitu, di Kelurahan Kebonsari ada 12 KK terdampak dan di Kandangsapi sebanyak 56 KK terdampak. 

“Dia dua kelurahan ini, air mulai surut pukul 04.00 pada Rabu pagi,” ujarnya.

Lalu, luapan Sungai Petung meluber ke jembatan Bok Wedi, Jalan Ir Juanda, Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul. Banjir terjadi sepanjang 1 km dengan ketinggian air 25–35 cm.

“Sejak pukul 20.35, air meluber ke jalan raya. Otomatis lalu lintas dialihkan ke ruas jalan lain. Sebab, di sana banjir membawa lumpur,” lanjut Anang.

Tak hanya di jalan raya, banjir juga meluber ke permukiman di Kecamatan Bugulkidul. Yaitu di Kejobo Kidul dan Kejobo Tengah, Kelurahan Blandongan, sebanyak 85 KK terdampak. Lalu di RT 2/RW 2 dan RT 1/RW 2, Kelurahan Bakalan, ada 35 KK terdampak banjir.

Plt Kalaksa BPBD Kota Pasuruan Alyasa Akbar menambahkan, selama banjir, air Sungai Petung dipenuhi material sampah. Mulai popok sekali pakai, potongan kayu, dan yang lain. Semuanya menyangkut di jembatan dan menghambat aliran air.

“Ini juga mempercepat air Sungai Petung meluap ke jembatan Bok Wedi dan jalan raya,” tuturnya.

Malam itu juga, petugas Bagian SDA di Dinas PUPR Kota Pasuruan membersihkan sampah dari sungai Petung. Sampah diangkut dengan empat kendaraan sampah dan dibuang ke TPA.

Sekitar pukul 00.00, menurut Anang, air banjir mulai surut. Menyisakan material lumpur di jalan raya.

“Material lumpur di jalan langsung dibersihkan. Lalu Sekitar pukul 04.00, lalu lintas dibuka kembali,” katanya.

Petugas terus membersihkan jalan sampai pukul 09.00. Pembersihkan dihentikan karena jalan raya mulai padat kendaraan sehingga menyulitkan aktivitas bersih-bersih.

Banjir juga membuat tanggul Sungai Petung di Kelurahan Bakalan, Kecamatan Bugul Kidul, ambrol. Tanggul sepanjang 15 meter dan lebar 1 meter rusak tergerus banjir.

“Kami langsung melakukan penanganan darurat dengan memasang sandbag,” lanjut Anang. (zen/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#banjir #pasuruan #winongan #Grati #rejoso #sungai meluap