HAMPIR separo warga desa yang dipimpin Suharto ini warganya bekerja menjadi nelayan. Pesisir menjadi andalan karena kaya akan hasil laut dan pemandangan yang indah. Desa Kedawang kini serius menggarap lahirnya Taman Wisata Desa.
Desa sudah mengawalinya dengan pengurukan tanah. Kedepan akan ditambahkan berbagai fasilitas yang mendukung potensi wisata pesisir tersebut.
Kades Kedawang Suharto mengatakan, saat ini di bibir laut Desa Kedawang sudah banyak dimanfaatkan oleh warga untuk memancing.
“Tiap sore sampai malam ada kurang lebih puluhan pehobi mincing. Karena ramai itulah juga banyak dimanfaatkan oleh penjual kopi dan mamin yang datang juga di pesisir,” ungkapnya.
Potensi itu ditangkap Pemerintah Desa (Pemdes) Kedawang yang rencananya juga mana menggarap serius taman wisata desa tersebut.
Tahun 2025 ini rencananya akan dibangun tugu dan air mancur, termasuk penerangan jalan umum ke arah wisata di pesisir ini.
“Harapannya bisa lebih ramai bahkan bias menambah PAD Desa. Rencananya kedepan juga akan dibangun tambatan, taman wisata bahkan kios-kios pedagang yang diisi warga sekitar. Sehingga pengunjung bisa menikmati suasana laut di bibir pantai sambil menikmati makanan dan minuman juga,” harapnya.
Kegiatan fisik juga banyak dilakukan di tahun 2024 bahkan 2025 ini. Tahun lalu ada pembangunan PJU di jalan menuju ke tempat pemakaman umum (TPU), sehingga jalan sudah terang.
Tahun ini juga bakal dibangun PJU lagi di Dusun Lampean yaitu jalan yang nantinya untuk pembangunan wisata desa.
Saluran itu ada saluran pembuangan air (SPA) juga jadi perhatian. Tahun 2024 pembangunan SPA dilakukan di jalan pemukiman Dusun Lampean dan Batuan. Semenjak itu, saluran lancar dan tak ada genagnan. Tahun ini bakal dilanjutkan pembangunan SPA di Dusun Krajan dan Lampean.
Polindes di Dusun Krajan juga dapat sentuhan dengan. Kondisi bangunan yang sudah tua, rencananya bakal direhab atap, tembok sampai pintu. Agar pelayanan makin nyaman dan aman bagi masyarakat.
Bantuan Langsung Tunai (BLT) juga tetap diberikan kepada warga kurang mampu. Sebanyak 30 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima di tahun 2024 dan 2025 ini. Perbulan BLT diberikan sebesar Rp 300 ribu sepanjant tahun.
Selain itu, Desa Kedawang juga mendukung adanya Desa Inklusi. Program dari Kemendes ini mendukung warga yang rentan seperti disabilitas dan lansia. Selain ada pengobatan, kegiatan olah raga juga berbagai pelatihan.
Pertahankan Tradisi Petik Laut
Desa Kapasan punya tradisi menggelar petik laut sebagai wujud syukur atas berlimpahnya tangkapan ikan nelayan. Acaranya selalu meriah dan dihadiri banyak orang.
“Tahun 2024 kemarin, Desa Kedawang sukses menggelar petik laut. Ribuan perahu mengikuti petik laut. Bahkan rangkaian kegiatan digelar sebulan penuh mulai dari karnaval, pagelaran ketoprak, jalan sehat, sholawat dan pengajian sampai berbagai lomba yang diikuti oleh seluruh warga Desa Kedawang,” beber Kades Kedawang Suharto.
Imbasnya ekonomi Desa ikut terkerek. Bahkan pengunjung saat festival petik laut juga banyak berdatangan dari berbagai wilayah. Tradisi ini tetap dipertahankan karena selalu ditunggu masyarakat sekitar. (eka/fun/*)
Tentang Desa Kedawang
Dusun: Krajan, Lampean, Batuan, Sumurlecen, Wates dengan 46 RT dan 18 RW
Luas Wilayah: 330 Hektare
Jumlah Penduduk: 7.898 jiwa
Pembangunan dan Program Tahun 2024
- Petik Laut/Selamatan Desa
- PJU di Dusun Sumurlecen
- SPA Dusun Lampean dan Batuan
- Pengurukan Lapangan Dusun Sumurlecen
- BLT kepada 30 KPM
Pembangunan dan Program Tahun 2025
- SPA Dusun Krajan dan Lampean
- Normalisasi dan tutup SPA Dusun Krajan
- Rabat Beton Dusun Batuan, Wates dan Kedawang
- Tamanisasi Dusun Lampean
- PJU Dusun Lampean
- Desa Inklusif, Sosialisasi narkotika, penyakit menular, Lasamba Primadona, dll
- Rehab Polindes Dusun Krajan
- BLT kepada 30 KPM