Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) setempat pun menginstruksikan sekolah di daerah yang masih terendam untuk menggelar pembelajaran secara daring.
Kepala Dispendikbud Kabupaten Pasuruan Hasbullah menegaskan, pelajar tidak diliburkan selama banjir. Namun, diinstruksikan untuk belajar di rumah. Instruksi itu diberikan khusus bagi daerah yang masih tergenang banjir.
“Jika kondisi tidak memungkinkan, maka warga sekolah bisa melakukan pembelajaran daring. Bukan libur. Tapi kami minta agar sekolah daring," tandasnya.
Jika sudah bisa beraktivitas lancar kembali, maka kebijakan daring dicabut. "Kalau sudah kering bisa mulai lagi pembelajaran tatap muka," terangnya.
Berdasarkan data di lapangan, banjir di dua kecamatan mulai surut kemarin. Yaitu, di Grati dan Winongan. Namun, banjir belum surut di Rejoso.
Camat Rejoso Ahmad Hadi mengatakan, hingga kemarin (13/2) masih ada enam desa yang teredam banjir di wilayahnya. Yaitu Desa Rejoso Lor, Kedungbako, Arjosari, Patuguran, Jarangan, dan Toyaning. Ketinggian air bervariasi. Mulai 25 sentimeter sampai 70 sentimeter.
"Hujan masih terjadi. Karena itu ada wilayah yang malah ketinggian airnya naik," terangnya.
Aktivitas warga cukup terganggu dengan masih terendamnya permukiman dan jalanan desa. Tak terkecuali sekolah dasar yang ada di desa -desa tersebut. Kurang lebih, ada 12-15 sekolah masih terendam banjir. (sid/hn/mie) Editor : Jawanto Arifin