Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sekolah di Rejoso Masih Kebanjiran, Pembelajaran Dilakukan secara Daring

Jawanto Arifin • Selasa, 14 Februari 2023 | 15:08 WIB
SEKOLAH LIBUR: Sejumlah anak-anak sedang bermain genangan banjir di Desa Rejoso Lor, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Senin (13/2) siang. Akibat banjir yang melanda, sekolah setempat terpaksa mengganti proses belajar mengajar tatap muka dengan sistem
SEKOLAH LIBUR: Sejumlah anak-anak sedang bermain genangan banjir di Desa Rejoso Lor, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Senin (13/2) siang. Akibat banjir yang melanda, sekolah setempat terpaksa mengganti proses belajar mengajar tatap muka dengan sistem
PASURUAN, Radar Bromo - Hingga Senin (13/2), banjir belum surut di sejumlah wilayah Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Enam desa masih terendam. Kegiatan belajar mengajar di sekolah pun terganggu. Sekolah kembali digelar secara daring.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) setempat pun menginstruksikan sekolah di daerah yang masih terendam untuk menggelar pembelajaran secara daring.

Kepala Dispendikbud Kabupaten Pasuruan Hasbullah menegaskan, pelajar tidak diliburkan selama banjir. Namun, diinstruksikan untuk belajar di rumah. Instruksi itu diberikan khusus bagi daerah yang masih tergenang banjir.

“Jika kondisi tidak memungkinkan, maka warga sekolah bisa melakukan pembelajaran daring. Bukan libur. Tapi kami minta agar sekolah daring," tandasnya.

Jika sudah bisa beraktivitas lancar kembali, maka kebijakan daring dicabut. "Kalau sudah kering bisa mulai lagi pembelajaran tatap muka," terangnya.

Berdasarkan data di lapangan, banjir di dua kecamatan mulai surut kemarin. Yaitu, di Grati dan Winongan. Namun, banjir belum surut di Rejoso.

Camat Rejoso Ahmad Hadi mengatakan, hingga kemarin (13/2) masih ada enam desa yang teredam banjir di wilayahnya. Yaitu Desa Rejoso Lor, Kedungbako, Arjosari, Patuguran, Jarangan, dan Toyaning. Ketinggian air bervariasi. Mulai 25 sentimeter sampai 70 sentimeter.



"Hujan masih terjadi. Karena itu ada wilayah yang malah ketinggian airnya naik," terangnya.

Aktivitas warga cukup terganggu dengan masih terendamnya permukiman dan jalanan desa. Tak terkecuali sekolah dasar yang ada di desa -desa tersebut. Kurang lebih, ada 12-15 sekolah masih terendam banjir. (sid/hn/mie) Editor : Jawanto Arifin
#banjir pasuruan #banjir rejoso