Kebakaran Gunung Arjuno Belum Padam, Meluas ke Malang, Ada 140 Titik Api  

Rizal Syatori • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 20:07 WIB
MASIH MEMBARA: Kobaran api di lereng Arjuno saat dipotret dari Prigen, Kabupaten Pasuruan, Senin dinihari (19/10). INset, Bupati Rusdi Sutejo memimpin langsung rakor penanganan karhutla Arjuno di Desa Jatiarjo, Prigen, Kabupaten Pasuruan. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
MASIH MEMBARA: Kobaran api di lereng Arjuno saat dipotret dari Prigen, Kabupaten Pasuruan, Senin dinihari (19/10). INset, Bupati Rusdi Sutejo memimpin langsung rakor penanganan karhutla Arjuno di Desa Jatiarjo, Prigen, Kabupaten Pasuruan. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

 

PRIGEN, Radar Bromo-Kebakaran hutan di wilayah konservasi Tahura R. Soerjo tak kunjung padam memasuki hari kelima, Senin (19/10). Tepatnya di kawasan Gunung Arjuno dan Ringgit.

Di hari kelima api berkobar, dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, api justru meluas hingga perbatasan Kabupaten Pasuruan dengan Malang.

"Api belum padam, malah kebakaran meluas dari Gunung Arjuno hingga perbatasan Malang," terang Kepala UPT Tahura R. Soerjo, Agustiningtyas Marini, Senin (19/10).

Titik api bahkan terpantau lebih banyak dari hari sebelumnya. Saat ini total ada 140 titik api yang lokasinya menyebar. Di sisi barat, api berada di Gunung Ringgit sampai wilayah Kelurahan Ledug dan Pecalukan, Kecamatan Prigen.

Api juga menyebar di lereng timur Gunung Arjuno. Mulai Sepilar, sampai Petung Ombo di Dusun Gunug Malang, Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi.

"Api juga sudah sampai di Blok Lincing dan Toyomarto, ikut wilayah Kabupaten Malang," imbuhnya.

Baca Juga: Kebakaran Gunung Arjuno Rusak Jaringan Pipa, Ribuan KK di Dua Desa Pasuruan Ini Krisis Air Bersih

Marini menjelaskan, saat ini petugas masih fokus pemadaman via jalur darat dengan melibatkan Polhut, Manggala Agni, dan ratusan relawan dari Desa Ledug, Dayurejo, dan Jatiarjo, Kecamatan Prigen. Juga dari Desa Tambaksari, Purwodadi.

"Kami  masih fokus pemadaman api dari jalur darat. Semenara dari udara dengan water bombing menggunakan helicopter belum ada," terangnya.

Menurut Marini, kebakaran yang terjadi sejak Kamis (15/10) itu jauh lebih parah dan luas dibanding kebakaran pada 18 Agustus sampai 5 September 2026. Luas lahan terbakar belum diketahui karena api masih menyala. (zal/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
arjuno kebakaran hutan tahura r soerjo malang