Medan Ekstrem dan Angin Kencang Hambat Pemadaman Kebakaran Hutan di Blok Lali Jiwo Gunung Arjuno

Rizal Syatori • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 21:54 WIB

Upaya tim pemadam kebakaran hutan saat berusaha untuk menjinakkan api yang melalap lereng Gunung Arjuno.

Upaya tim pemadam kebakaran hutan saat berusaha untuk menjinakkan api yang melalap lereng Gunung Arjuno.

 

PURWOSARI, Radar Bromo– Kebakaran hutan yang melanda kawasan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Hingga Senin (14/9), api yang berkobar di Blok Lali Jiwo, lereng Gunung Arjuno, Desa Cendono, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, tersebut telah memasuki hari ketiga sejak pertama kali berkobar pada Sabtu (12/9) pagi.

Petugas Polisi Hutan (Polhut) Tahura R. Soerjo bersama relawan dari Masyarakat Peduli Api (MPA) terus berupaya menjinakkan si jago merah melalui jalur darat.

"Kebakarannya belum padam total. Tim darat sedang bergerak di lapangan; ada titik api yang sudah bisa dikendalikan, namun ada juga yang belum," ujar Kepala UPT Tahura R. Soerjo Agustiningtyas Marini.

Untuk mempercepat penanganan, pihaknya terus mengoptimalkan jumlah personel di lapangan.

Jika pada hari sebelumnya pemadaman hanya mengandalkan 11 personel, kini jumlah petugas gabungan yang diterjunkan ditambah menjadi 19 orang.

Kendati demikian, upaya pemadaman menghadapi hambatan besar akibat faktor alam. Titik api berada di medan yang sangat ekstrem. Di mana, ketinggian berkisar antara 2.500 hingga 2.700 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kondisi ini diperparah oleh embusan angin kencang. Serta vegetasi lahan yang kering. Seperti cemara gunung, semak belukar, dan alang-alang yang membuat api sangat mudah menyebar.

Sejauh ini, pihak Tahura R. Soerjo belum bisa memastikan total luas lahan yang terdampak. Fokus utama petugas saat ini adalah melokalisasi pergerakan api agar tidak kian meluas. (zal/one)

Editor : Muhammad Fahmi
kebakaran hutan pasuruan gunung arjuno angin kencang upt tahura r soerjo