
PRIGEN, Radar Bromo– Suasana kemeriahan acara karnaval sound horeg di Desa Gambiran, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, mendadak berubah menjadi duka.
Seorang warga setempat, Rio Pratama, 43, asal Dusun Jagil Timur, Desa Gambiran, tumbang dan mengembuskan napas terakhirnya, saat tengah bertugas menjaga parkiran sepeda motor karnaval sound horeg.
Kejadian itu berlangsung Sabtu (12/9) malam, sekitar pukul 22.00. Peristiwa nahas tersebut terjadi di sebuah lahan kosong seberang toko yang berada di tepi jalan raya jurusan Prigen–Pandaan, Dusun Jagil.
Korban yang sedang sibuk mengatur kendaraan, mendadak jatuh pingsan setelah sebelumnya mengalami muntah-muntah hebat.
Warga dan kru medis yang bersiaga di lokasi langsung bergerak cepat mengevakuasi korban.
Menggunakan armada Ambulans Puskesmas Prigen, korban dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Namun takdir berkata lain. Di tengah perjalanan medis, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit.
"Saat berada di dalam ambulans menuju rumah sakit, korban meninggal dunia di tengah perjalanan. Mengetahui hal tersebut, petugas ambulans langsung memutar balik kendaraan untuk mengantarkan jenazah korban ke rumah duka," ungkap Kanit Reskrim Polsek Prigen Aiptu Heru Sumartono.
Pihak kepolisian dari Polsek Prigen langsung menerjunkan personel untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta melayat ke rumah duka.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan musyawarah, pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian korban.
Mereka juga membuat surat pernyataan resmi bermaterai yang berisi penolakan untuk dilakukan tindakan otopsi terhadap jasad korban.
Heru menambahkan, berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, korban diketahui sudah lama mengidap riwayat penyakit kronis.
"Korban memiliki riwayat sakit lambung dan liver yang sudah menahun. Meninggalnya korban murni disebabkan oleh penyakit yang dideritanya tersebut kambuh," jelasnya.
Kepala Desa Gambiran Wardoyo membenarkan adanya insiden duka yang menimpa salah satu warganya.
Ia menegaskan, posisi korban saat kejadian adalah sebagai petugas lingkungan yang membantu mengamankan kendaraan, bukan bagian dari peserta maupun penonton aktif karnaval.
"Korban yang meninggal dunia adalah warga saya. Saat kejadian, yang bersangkutan murni sedang berjaga di parkiran motor dan meninggal dunia karena sakit," ungkapnya. (zal/one)
Editor : Muhammad Fahmi