
PRIGEN, Radar Bromo-Aktivitas helikopter water bombing dalam beberapa hari terakhir tak hanya jadi bagian dari upaya pemadaman kebakaran Gunung Arjuno-Welirang di kawasan Tahura R Soerjo.
Proses helikopter mengambil air dari kolam Kaliandra di Prigen, Kabupaten Pasuruan, hingga melakukan pendaratan, justru menjadi tontonan tersendiri bagi warga.
Sejumlah warga Desa Dayurejo dan Jatiarjo berdatangan ke sekitar lapangan Kaliandra untuk melihat langsung helikopter dari jarak cukup dekat. Sejumlah pengunjung Kaliandra juga ikut menyaksikan aktivitas tersebut.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, warga datang setiap kali helikopter landing atau mengambil air dari kolam untuk keperluan water bombing. Mereka datang dari berbagai usia, mulai anak-anak hingga orang tua.
Sebagian warga bahkan sengaja membawa telepon seluler untuk mengabadikan momen tersebut.
Mereka memotret dan merekam aktivitas helikopter saat mendarat maupun ketika mengambil air.
“Biar tidak penasaran dan ingin tahu, saya bersama istri dan anak datang ke Kaliandra untuk melihat langsung helikopter dari dekat. Putra saya masih kecil, senang sekali,” ucap Agus, 39, warga Desa Jatiarjo, Prigen.
Baca Juga: Kebakaran Gunung Arjuno, Api Merambat ke Alas Lali Jiwo, Luas Lahan Terbakar 300 Hektare Lebih
Hal serupa dilakukan Ferdi, 28, warga Desa Dayurejo, Prigen. Ia datang ke Kaliandra menggunakan sepeda motor bersama istri dan anaknya. Jarak rumahnya ke lokasi tersebut sekitar satu kilometer.
“Senang sekali rasanya, terutama anak dan istri. Jadi hiburan, bisa lihat langsung helikopter dari dekat sekaligus foto-foto,” cetusnya.
Meski menjadi tontonan warga, proses landing maupun pengambilan air tetap berada dalam pengawasan petugas. Sejumlah petugas stand by di lokasi untuk memastikan aktivitas berjalan aman.
Mereka berasal dari BPBD Kabupaten Pasuruan dan BPBD Provinsi Jawa Timur. Selain itu, kru helikopter juga bersiaga selama proses pendaratan dan pengambilan air berlangsung.
Diketahui, kebakaran hutan Gunung Arjuno-Welirang di kawasan Tahura R. Soerjo belum juga padam, memasuki hari kedelapan.
Titik api masih bertahan di lereng Gunung Arjuno, merembet dari Ogal Agil ke punggungan Alas Lali Jiwo.
Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman masih terus dilakukan melalui jalur darat dan udara.
Sebab, wilayah yang terbakar merupakan medan curam di ketinggian 2.700 meter di atas permukaan laut (mdpl). (zal/hn)
Editor : Muhammad Fahmi