SUKOREJO, Radar Bromo – Jalanan malam di ruas Surabaya–Malang, Desa Lemahbang, Kecamatan Sukorejo, seketika berubah menjadi saksi bisu sebuah petaka memilukan pada Kamis (23/7) malam.
Seorang pemuda berusia 20 tahun, Yazier Arafah Sayputra, tewas setelah sepeda motornya tertimpa ban serep kontainer yang lepas hingga tubuhnya terlempar lalu terlindas oleh armada raksasa tersebut.
Insiden tragis itu, terjadi sekitar pukul 20.00. Bermula saat truk kontainer bermuatan kosong dengan nomor polisi L 9303 UK melaju lurus di lajur kanan dari arah utara (Surabaya).
Truk tersebut dikemudikan oleh Mohamad Yusuf Riskiadi, 31, warga Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo.
Nahas, sesampainya di lokasi kejadian, ban serep yang terpasang di badan kontainer mendadak lepas.
Roda cadangan berukuran besar itu, menggelinding liar ke arah kiri jalan dan menghantam keras sepeda motor Honda Beat berpelat nomor N 5727 EFI yang dikendarai oleh Yazier.
Benturan itu membuat pemuda asal Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, tersebut kehilangan kendali.
Korban bersama motornya terjatuh ke sisi kanan, tepat di bawah roda belakang sebelah kiri truk kontainer yang masih melaju. Akibat jarak yang terlalu dekat, tubuh karyawan swasta tersebut langsung terlindas.
"Ban serep kontainernya jatuh lebih dulu ke kiri mengenai korban. Selanjutnya, pemotor terjatuh ke kanan dan tertabraklah oleh kendaraan yang sama," kata Kasi Humas Polres Pasuruan Iptu Joko Suseno.
Kerasnya benturan, membuat korban seketika meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Jasadnya segera dievakuasi oleh petugas menuju RSUD Bangil.
Malam itu juga, personel Unit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan bersama tim piket Poslantas Purwosari langsung mengamankan barang bukti kendaraan yang rusak dan melakukan olah TKP.
Pihak kepolisian menduga kuat bahwa kelalaian pengemudi dalam memeriksa kelaikan armada, menjadi pemicu utama lepasnya ban serep yang berujung maut tersebut.
"Faktor penyebab lakanya, diduga kurang kehati-hatian dari sopir kontainer. Kasus lakanya dalam lidik," jelasnya. (zal/one)
Editor : Muhammad Fahmi