PANDAAN, Radar Bromo-Adanya insiden belasan pelajar SMAN 1 Pandaan Kabupaten Pasuruan alami gejala keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) juga jadi tensi kepolisian.
Polres Pasuruan mulai menyelidiki dugaan keracunan 14 pelajar SMAN 1 Pandaan setelah menyantap menu MBG itu.
Polisi turun ke lapangan, memeriksa sejumlah saksi, serta mengirim sampel makanan ke laboratorium untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
Penyelidikan dilakukan Satreskrim Polres Pasuruan bersama Unit Reskrim Polsek Pandaan.
"Benar, Polres Pasuruan turun ke lapangan melakukan lidik pascakejadian tersebut," kata Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono.
Selain melakukan penyelidikan, polisi mengambil sampel menu MBG yang disajikan pada hari kejadian. Sampel tersebut dikirim ke laboratorium di Surabaya melalui Puskesmas Pandaan.
Penyidik juga mendatangi dapur SPPG Pasuruan Pandaan Sumbergedang di Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan.
Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Rizki Akbar Kurniadi mengatakan, hingga kini penyidik belum dapat menyimpulkan penyebab para siswa mengalami keluhan kesehatan. Sebab, masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
"Sejauh ini belum bisa menyimpulkan karena masih lidik awal dan menunggu hasil lab. Apakah diduga keracunan dari makanan atau yang lain," jelasnya.
Selama tahap awal penyelidikan itu, penyidik telah memeriksa empat orang saksi.
Yaitu, kepala SPPG Pasuruan Pandaan Sumbergedang, koki, petugas pemorsian, dan sopir.
Sedangkan pemeriksaan terhadap saksi dari pihak sekolah belum dilakukan. Seperti guru, siswa, dan pihak lainnya.
"Proses pemeriksaan saksi-saksi di Polsek Pandaan," kata Mantan Kasatreskrim Polres Lamongan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 14 pelajar kelas X SMAN 1 Pandaan mengalami keluhan mual, muntah, gatal-gatal, hingga sesak napas usai menyantap menu MBG, Selasa (22/7).
Sembilan di antaranya bahkan harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Pandaan karena keluhannya paling parah. Sementara lima siswa lainnya mendapat penanganan di Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.45 hingga 12.15. Saat itu para siswa kelas X baru selesai mengikuti kegiatan matrikulasi. Mereka lantas berkumpul di aula lantai atas sekolah untuk makan siang bersama menggunakan paket MBG.
Tak lama setelah selesai makan, sejumlah siswa mulai mengeluh tidak enak. Keluhan yang muncul beragam, mulai dari mual, muntah, gatal-gatal, hingga sesak napas.
Usai dirawat di IGD Puskesmas, sore harinya para siswa yang alami gejala keracunan diperbolehkan pulang untuk rawat jalan. (zal/hn)
Editor : Muhammad Fahmi