PANDAAN, Radar Bromo - Sudah hampir dua pekan AAW meninggal dunia. Hingga kini kini, penyebab kematian korban belum terungkap dan diketahui secara pasti. Kasusnya masih ditangani Unit Reskrim Polsek Pandaan dan Unit Pidum Satreskrim Polres Pasuruan.
Sebelumnya pria 35 tahun asal Kecamatan Pandaan yang tubuhnya bertato meninggal di dalam kamar dengan posisi bersimbah darah, Selasa lalu (2/6), sekitar pukul 15.00. Di tubuh lelaki yang berstatus duda ini terdapat luka sayatan di leher sebelah kiri.
"Dugaan sementara, meninggalnya korban karena bunuh diri. Apakah kemudian karena faktor atau penyebab lain, sejuah ini masih belum tahu dan dalam lidik," kata Kapolsek Pandaan Kompol. Slamet Prayitno.
Korban diketahui tewas di dalam kamar belakang, rumah orang tuanya. Tewasnya korban diketahui oleh bapak, adik dan iparnya. Saat peristiwa ini terjadi, ketiganya sore itu berada di dalam rumah.
Pasca kejadian, dalam proses lidik dan masih berjalan. Total sudah lima orang saksi diperiksa oleh penyidik, masing-masing tiga orang dari keluarga korban. Dua lainnya rekan korban dan penjual toko atau warung.
Polisi sudah mengamankan barang bukti yakni pakaian korban, pisau cutter lipat dan kasur lipat. Barang bukti tersebut diamankan di Polsek Pandaan.
"Untuk mengetahui penyebab kematian korban apakah bunuh diri atau karena yang lain, akan terungkap atau diketahui setelah hasil otopsinya turun. Sampai dengan saat ini masih menunggu," ungkapnya. (zal/fun)
Editor : Abdul Wahid