Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Usai Beli Obat Sesak Napas, Guru SMPN 4 Puspo Ambruk di Apotik Purwosari Pasuruan, lalu Meninggal

Rizal Syatori • Selasa, 9 Juni 2026 | 14:08 WIB

 

Petugas saat mengevakuasi jenazah sang guru yang didapati ambruk di teras apotik.
Petugas saat mengevakuasi jenazah sang guru yang didapati ambruk di teras apotik.

 

PURWOSARI, Radar Bromo- Arif Antika Sakti, 41 mendadak ambruk di teras apotik lingkungan Gedog, Kelurahan/ Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.

Saat dicek, ternyata pria yang sehari-harinya jadi guru Bahasa Indonesia di SMPN 4 Puspo Satu Atap itu didapati sudah meninggal.

Sebelumnya, pria yang selama ini ngontrak di Kelurahan/ Kecamatan Purwosari itu sempat mengikuti tahlilan di rumah warga sekitar.

Insiden memilukan itu terjadi Senin (8/6), sekitar pukul 19.30 malam.

"Saat kejadian, korban selesai beli obat semprot sesak napas. Obat semprotnya sempat dipakai, sesaat kemudian jatuh tergeletak,” ujar Frengky, salah satu warga sekitar.

Baca Juga: Cair Enam Bulan Sekali, Disdikbud Kota Probolinggo Jamin Honor Guru PAUD-TK Cair Bulan Juli

Saat mengetahui korban ambruk, warga pun berdatangan untuk menolong. “Awalnya dikira pingsan, ternyata sudah meninggal dunia," imbuh Frengky.

Mengetahui korban sudah meninggal dunia, warga sekitar kemudian menghubungi Polsek Purwosari.

Tak lama berselang, petugas dari polsek setempat dan juga petugas dari Puskesmas Purwosari tiba dilokasi kejadian.

Sesampainya di lokasi, petugas medis dari Puskesmas Purwosari didampingi polsek setempat, memeriksa korban sekaligus memastikan kondisinya. Saat itu korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

"KTP korban warga Desa Wonosari, Kecamatan Tutur. Tapi, tiap harinya tinggal dan menempati rumah kontrakan di Kelurahan Purwosari. Sebelum kejadian ini, korban sempat ikut tahlilan di kampung," bebernya.

Dari lokasi kejadian, jenazah korban kemudian dievakusi ke IGD Puskesmas Purwosari.

Pihak keluarga korban sendiri menerima kematian korban sekaligus membuat surat pernyataan bermaterai. Mereka menolak dilakukan proses otopsi terhadap jenazah korban.

Dari Puskesmas Purwosari, jasad korban sempat dibawah kerumah istrinya di Kecamatan Wonorejo. Setelah itu dibawa ke Madiun oleh keluarganya, sekaligus dimakamkan disana.

"Meninggalnya korban karena sakit. Pada tubuh korban tidak ditemukan luka atau tanda-tanda kekerasan. Informasi dari pihak keluarga, selama ini korban memiliki riwayat sakit sesak napas," terang Kapolsek Purwosari AKP Tommy Vara Berlin. (zal/mie)

         

         

Editor : Muhammad Fahmi
#apotik #smpn 4 puspo #guru #pasuruan #purwosari