PANDAAN, Radar Bromo - Malam yang dingin di ruas Tol Surabaya-Malang KM 53.150 A, Desa Kebonwaris, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, berubah menjadi tragedi yang memilukan.
Seorang pemuda asal Gresik, Mochammad Roziqul Murtadho, 25, harus meregang nyawa di tengah perjuangannya mencari nafkah, setelah truk yang dikemudikannya menghantam bagian belakang kendaraan misterius, yang terparkir di bahu jalan, Jumat (1/5) tengah malam.
Rasa pilu semakin dalam, karena sesaat setelah benturan hebat itu terjadi, kendaraan yang ditabrak, yang diduga merupakan truk besar, justru tancap gas melarikan diri.
Bukannya memberikan pertolongan, sang sopir misterius itu tega membiarkan pemuda asal Desa Karangsemanding, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik tersebut, terjepit di dalam kabin yang ringsek tak berbentuk.
Saat petugas tiba sekitar pukul 22.52, pemandangan di lokasi begitu menyedihkan. Bagian depan truk Isuzu bernopol W 8294 QA itu hancur, hingga ke ruang kemudi.
Korban ditemukan dalam kondisi kritis dengan luka robek parah di bagian kaki dan tulang kering.
Meski tim medis di RS Prima Husada Sukorejo telah berupaya maksimal untuk menyelamatkannya, takdir berkata lain.
Pemuda malang itu mengembuskan napas terakhirnya di ruang perawatan, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang menunggunya pulang.
Ia tidak sendirian. Rekan korban, Winardi, 30, warga Desa Boteng, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, hanya bisa merintih kesakitan akibat luka robek di kaki dan siku.
Ia kini harus menjalani perawatan intensif, membawa trauma mendalam atas insiden yang merenggut nyawa karibnya tersebut.
Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono, mengungkapkan pihaknya kini tengah mendalami rekaman CCTV untuk mencari truk yang melarikan diri tersebut.
"Ini adalah kejadian yang sangat disayangkan. Kendaraan yang ditabrak melarikan diri begitu saja. Kami akan terus menelusuri jejaknya, melalui rekaman kamera pengawas di sepanjang jalur tol," ungkapnya.
Jenazah Roziqul telah dipindahkan ke RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek, Gempol, sebelum diserahkan ke pihak keluarga.
Kepergiannya menjadi pengingat, tentang kerasnya jalanan dan betapa tipisnya batas antara perjuangan mencari nafkah dengan maut yang menjemput di bahu jalan yang sunyi. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin