PURWODADI, Radar Bromo-Tak ada yang mengetahui kapan maut akan menjemput. Seperti yang dialami penjual kerupuk asal Kepanjen, Malang yang meninggal, Kamis (12/3).
Ini dialami Darmawan Tulodo Adi, 47, asal Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.
Saat memasuki waktu zuhur, dia menghentikan laju motornya saat berjalan dari arah Surabaya ke Malang.
Dia bahkan masuk ke halaman masjid Al Hidayah, di Dusun Parelegi, Desa / Kecamatan Purwodadi untuk menunaikan sholat dzuhur.
Selesai melaksanakan salat zuhur sekitar pukul 12.30, ia langsung menuju motornya untuk melanjutkan perjalanan kembali.
Namun, ketika sedang merapikan keranjang dagangan kerupuk yang ada di motornya, tiba-tiba dia jatuh tidak sadarkan diri.
"Jamaah lainnya dan warga sekitar, langsung menolongnya. Selain itu ad juga ada yang laporan ke polsek,” beber Kapolsek Purwodadi AKP. M. Yusuf.
“Ternyata sudah meninggal dunia. Selanjutnya petugas datang, kemudian jasad korban dibawah ke Puskesmas Purwodadi," beber M. Yusuf.
Saat dilakukan pemeriksaan luar pada jasad korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Pihak keluarga menerima kematian korban adalah musibah.
"Menurut keterangan dari pihak keluarga, bahwa korban mempunyai riwayat sakit jantung dan komplikasi," terangnya. (zal/fun)
Editor : Fandi Armanto