TERCATAT sudah 23 tahun Kusnadi menjadi marbot di Masjid Sayyidina Abu Bakar, Kelurahan/Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Meski sudah lama dan usianya mencapai 73 tahun, mantan sopir ini mengaku tidak punya rencana “menyerah” membersihkan rumah Allah SWT.
Usai salat Subuh, meski berpuasa Ramadan, Kusnadi tetap bersemangat membersihkan sejumlah ruangan di Masjid Sayyidina Abu Bakar. Mulai dari ruang utama, teras, halaman, tempat wudu, hingga kamar mandi, tak luput dari jangkauannya. Semuanya menjadi target yang akan dibersihkan.
Kusnadi telah menanamkan niat dalam hatinya. Ia sadar kebersihan dan kesucian masjid harus dijaga. Karenanya, ia menyiapkan waktu dan tenaganya untuk benar-benar menjaga rumah ibadah ini agar para jemaah nyaman beribadah. Terlebih kini Ramadan.
Kusnadi menjadi marbot di masjid ini sejak awal masjid ini berdiri pada 2003.
“Alhamdulillah sudah 23 tahun saya menjadi marbot di masjid ini. Pekerjaan ini ikhlas saya lakukan karena merupakan panggilan hati. Saya merasa senang melakukannya di rumah Allah,” ujarnya usai membersihkan karpet ruang utama masjid.
Awalnya, Kusnadi tak tercatat sebagai marbot. Namun ia tetap meluangkan waktunya untuk turut bersih-bersih di masjid yang tak jauh dari Pasar Pandaan ini. Ia baru diangkat secara resmi menjadi marbot sejak 2008.
Kusnadi mengaku sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari Masjid Sayyidina Abu Bakar. Selain rumahnya hanya berjarak sekitar 100-150 meter, keluarganya juga mendukung.
“Anak dan istri sangat mendukung saya menjadi marbot. Alhamdulillah rezeki selalu saja ada dan cukup,” ujarnya.
Sejatinya, Kusnadi mempunyai jadwal bersih-bersih masjid mulai pukul 05.00-09.00. Serta, pukul 15.00-16.00. Namun, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di masjid. Bahkan, setiap harinya bisa lebih dari 18 jam. Sisanya pulang sekadar untuk mandi, makan, dan istirahat sejenak.
Usai bersih-bersih, Kusnadi juga membantu menjaga kendaraan yang parkir di lahan masjid. Baik motor maupun mobil. Mengingat lokasi masjid ini berada di timur Pasar Pandaan. Saban hari jemaah selalu ramai. Selain dari warga lingkungan sekitar, sejumlah pedagang dan pengunjung Pasar Pandaan juga sering berjemaah di masjid ini.
“Selain bersih-bersih dan jaga parkir, kadang juga merangkap menjadi muazin. Itu jika orang yang terjadwal sebagai muazin berhalangan hadir," katanya.
Di usianya kini di atas kepala tujuh, Kusnadi mengaku belum mau menyerah. Katanya, menjadi marbot tetap tidak memberatkan.
“Pekerjaan ini adalah ibadah. Ada ketenangan tersendiri yang saya rasakan ketika bisa bersih-bersih dan beribadah di masjid. Ke depan akan terus saya kerjakan sampai tua dan semampu saya,” ujarnya. (rizal fahmi syatori/rud)
Editor : Fahreza Nuraga