PANDAAN, Radar Bromo- Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), jumlah penumpang bus Terminal Tipe A Pandaan, Kabupaten Pasuruan, meningkat. Baik bus Antarkota Dalam Provinsi (AKDP) maupun Antarkota Antar Provinsi (AKAP).
Rabu (24/12), sejak pagi hingga jelang siang para penumpang terus berdatangan di Terminal Pandaan.
Sebagian besar membawa barang bawaan seperti tas maupun koper. Tujuannya beragam. Di antaranya, ke Surabaya, Malang, dan kota-kota lain.
“Penumpang bus trennya meningkat. Tidak terlalu besar dan hanya sekitar 10 persen. Bersamaan libur panjang Nataru dan liburan sekolah," kata Kepala Terminal Tipe A Pandaan Maria Margareta.
Peningkatan penumpang terpantau sejak Senin (22/12). Peningkatan penumpang bus AKDP rata-rata 350-355 penumpang per hari, sedangkan bus AKAP hanya kisaran 40-41 penumpang.
Penumpang bus AKDP lebih dominan bertujuan Surabaya dan Malang. Sedangkan, bus AKAP ke kota-kota di wilayah Jabodetabek, Jogjakarta, Bandung, Semarang, Solo, dan Bali.
“Meski penumpangnya naik, jumlah armada bus yang beroperasi tetap. Para penumpang juga tetap terlayani," katanya.
Di samping itu, keamanan dan kelancaran arus lalu lintas selama Nataru menjadi perhatian serius Polres Pasuruan. Sejumlah anggota juga terlihat memantau Terminal Pandaan.
“Selama Operasi Lilin, satgas preventif ini patroli hunting atau keliling dengan mengendarai motor," ujar KBO Sat Samapta Polres Pasuruan Ipda Suheri.
Selain ke terminal, juga memantau sejumlah objek vital lainnya. Seperti stasiun, pasar, pusat perbelanjaan, termasuk gereja. “Ini dilakukan untuk memastikan keadaan aman, kondusif, lancar, dan terkendali," katanya.
Ketika malam, satgas preventif juga bergerak keliling melakukan pengamanan. Selama Operasi Lilin, patroli keliling benar-benar ditingkatkan.
“Kalau malam fokus antisipasi curas (pencurian dengan kekerasan), curat (pencurian dengan pemberatan), dan curanmor (pencurian kendaraan bermotor). Serta, balap liar, geng motor, dan gengster," jelasnya. (zal/rud)
Baca Juga: Rencana Revitalisasi Terminal Wisata Terancam Kembali Gagal untuk Kesekian Kalinya
Editor : Moch Vikry Romadhoni